Laporkan Masalah

Tindak Tutur Atlet Bulu Tangkis Indonesia dalam Wawancara Kekalahan Pertandingan

LUQYANA NADIRA, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.

2020 | Skripsi | S1 BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Berkat catatan kesuksesannya, bulu tangkis menjadi olahraga harapan Indonesia untuk meraih prestasi di ajang internasional. Seiring dengan harapan yang tinggi, berita mengenai hasil kekalahan menjadi informasi yang banyak dicari publik ketika prestasi yang diharapkan tidak dapat diraih. Pernyataan yang disampaikan dalam wawancara berita menyediakan informasi mengenai kondisi atlet, situasi pertandingan, dan penjelasan atas hasil kekalahan yang terjadi. Penelitian dalam lingkup pragmatik ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tuturan atlet dalam wawancara kekalahan pertandingan sesuai fungsi komunikatif tindak tuturnya serta menguraikan fungsi tuturan tersebut sebagai ungkapan alasan kekalahan. Data tuturan berbentuk tulisan diperoleh dari wacana berita di laman resmi PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) badmintonindonesia.org. Data sebanyak 178 tuturan diambil dengan teknik catat dari 58 wacana berita dalam kurun 2018-2019 dengan mempertimbangkan jenis dan level turnamen serta babak kekalahan pertandingan untuk mendapatkan variasi. Analisis data disajikan dalam bentuk deskripsi sesuai klasifikasi fungsi komunikatif tindak tutur dan faktor yang melatarbelakangi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan atlet memiliki fungsi komunikatif sebagai tindak tutur representatif, ekspresif, direktif, dan komisif. Tindak tutur representatif terdiri dari pernyataan pengakuan dan pembelaan diri. Tindak tutur ekspresif terdiri dari permintaan maaf, ungkapan syukur dan terima kasih, ungkapan penyesalan dan kebanggaan, serta ucapan selamat. Tindak tutur direktif terdiri dari ungkapan atlet berupa perintah dan nasihat untuk memperbaiki diri. Ungkapan janji dan komitmen termasuk dalam tindak tutur komisif. Sementara itu, tuturan yang digunakan dalam wawancara setelah kekalahan pertandingan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang melatarbelakanginya, antara lain peran penutur, jenis turnamen yang dijalani, perolehan skor, lawan tanding yang dihadapi, tujuan tuturan, serta gaya dan media penyampaian.

Having good historical remarks in Indonesia, badminton is one of the biggest hope for the country to gain great achievements in the international sports field. Due to high expectations from the public, the news about match lost becomes a wanted information when the expected achievements cannot be fulfilled. In those news interviews, public can get the information about athletes' condition, matches' situation, and explanations about the lost outcome. This pragmatics research aims to classify athletes' utterances from the after-match interviews based on speech act classification and explain the utterance's function as an excuse-making for the lost outcome. The utterances, in written form, were collected from the Badminton Association of Indonesia's website badmintonindonesia.org. This research used 178 utterances as a data population retrieved from 58 news articles in 2018-2019. The articles were selected based on the tournaments' level and type, as well as the matches round where the athletes lost. The analysis was presented in descriptions based on the speech act function classifications and speech event categories. The results showed that athletes' utterances can be classified as representative, expressive, directive, and commissive speech acts. The representative speech acts consists of confession and justification utterances. The expressive one consists of apologizing, thanking, lamenting, boasting, and congratulating utterances. The directive one consists of athletes' utterances that suggest themselves to improve their performances. The commissive one consists of promise and commitment utterances. These utterances are used based on the speech events at that time, such as the speaker's role, tournament types, match's score, the opponents, aims of the utterances, also the key and instrumentalities of the utterances.

Kata Kunci : tindak tutur, tuturan, wawancara, kekalahan, atlet, ungkapan alasan

  1. S1-2020-394774-abstract.pdf  
  2. S1-2020-394774-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-394774-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-394774-title.pdf