Naskah Mukhtasar Tawarikh Al-Wusta : Suntingan Teks, Representasi Sosial, dan Fungsi
YACUB FAHMILDA, Dr. Sudibyo, M.Hum.
2020 | Skripsi | S1 BAHASA DAN SASTRA INDONESIAObjek penelitian ini berupa naskah Melayu Mukhtasar Tawarikh Al-wusta (MTA) yang menarasikan peristiwa sejarah Melayu. Pemilihan objek ini dilandaskan atas asumsi bahwa naskah pra – Indonesia memuat informasi kondisi sosial, budaya, politik, dan perkembangan masyarakat yang tercermin dalam naskah MTA. Tujuan penelitian ini, pertama memperbarui suntingan teks yang sudah ada karena suntingan sebelumnya sulit terbaca, berkarat, dan terdapat beberapa kesalahan. Kedua, melihat kondisi sosial yang direpresentasikan dalam naskah. Guna mencapai kedua aspek tersebut, penelitian ini menggunakan metode filologi dan metode interpretasi sastra. Metode filologi digunakan untuk menyajikan ulang suntingan teks. Sementara itu, pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk menganalisis representasi sosial dan fungsi MTA. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi tiga hal. Pertama, revisi suntingan teks baru beraksara latin disertai deskripsi naskah, deskripsi kebahasaan, aparat kritik, dan perbandingan teks suntingan sebelumnya. Kedua, naskah ini mencerminkan pola perkembangan masyarakat kerajaan Melayu yang selalu diawali dari konflik dan pembentukan kelompok sosial yang baru. Ketiga, naskah ini berfungsi sebagai pembaru, pendidikan, dan kontrol sosial masyarakat kerajaan Melayu – Riau. Naskah ini dibuat karena naskah undang-undang sebelumnya tidak memuat aturan yang sesuai perubahan kondisi kerajaan.
The object of this research is a Malay manuscript named Mukhtasar Tawarikh Al-wusta(MTA) that is narrating Malay history. This chosen object is based on the academic assumption that the pre-Indonesia manuscript reveals information on social, culture, politics, and society that are reflected in MTA. This research aiming to renew the previous transliteration due to hard read, so rusty, and some mistakes found in it. In addition, to reveal the social situation reflected in the manuscript. Regarding those aims, this research uses philology and literature interpretation methods. The philology method is used for presenting new transliteration text. Meanwhile, the sociology of literature approach is used for analyzing social issues and its functions reflected in MTA. This research results in three main things. First, renew transliteration text with Latin followed by a manuscript description, language description, apparatus critique, and compared text by the previous one. Second, the text reflects the changing pattern of Melayu-Riau kingdom society that begins with conflict and forming new social solidarities. Third, the MTA has three functions, those areas the reformer text, education media, and social control Malayu – Riau kingdom. This manuscript was written due to none of the previous rule laws that meet the new kingdom situation.
Kata Kunci : Mukhtasar Tawarikh Al-Wusta, suntingan teks, representasi sosial, dan fungsi naskah.