Laporkan Masalah

Evaluasi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi Tahun 2019

SITI NOVA MUSDIANA, Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.

2020 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Ruang terbuka hijau (RTH) berfungsi sebagai penyeimbang dan penetralisir polusi udara di kota. Keberadaannya telah diatur dalam UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dimana disyaratkan luas RTH minimal sebesar 30% dari luas wilayah perkotaan yang dibagi menjadi RTH publik 20% dan RTH Privat 10%. Salah satu wilayah perkotaan yang memiliki kekurangan RTH ialah Kecamatan Jatiasih. Perencanaan RTH ideal di Kecamatan Jatiasih terangkum dalam Laporan RTRW Revisi 2011-2031 yang dianalisis tahun 2017. Untuk mengetahui kondisi RTH tahun 2019 dilakukan evaluasi RTH dengan tujuan untuk 1) Mengetahui ketersediaan RTH di Kecamatan Jatiasih tahun 2019, 2) Mengetahui kebutuhan dan arahan pembangunan RTH berdasarkan tingkat kepadatan bangunan. Metode penelitian menggunakan interpretasi citra secara visual dengan data citra Pleiades Kota Bekasi perekaman Agustus 2019 pada software ArcMap 10.4. Pengolahan data dilakukan melalui digitasi objek RTH dan Bangunan. RTH diklasifikasikan berdasarkan pemanfaatan dan kepemilikan serta objek bangunan digunakan untuk penentuan kelas kepadatan bangunan. Kelas kepadatan bangunan digunakan untuk membuat arahan pembangunan RTH. Uji akurasi atribut dilakukan dengan google maps satelit dan menghasilkan overall accuracy yang baik yaitu 90,9%. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Jatiasih memiliki ketersediaan RTH tahun 2019 seluas 311,89 Ha (12,82 %). RTH tersebut terdiri dari RTH privat sebesar 146,41 Ha (6,02%) dan RTH publik sebesar 165,47 Ha (6,8%). Untuk memenuhi kekurangan RTH dibutuhkan 418,72 Ha (berdasarkan luas wilayah) dan 139,47 Ha (berdasarkan jumlah penduduk). Kelas kepadatan bangunan terbagi menjadi kelas padat, sedang, rendah, dan Non bangunan. Arahan pembangunan RTH diutamakan pada kelas padat dengan mempertimbangkan keberadaan RTH. Urutan pembangunan RTH berupa Kelurahan Jati Sari, Jati Rasa, Jati Mekar, Jati Kramat, Jatiasih, dan Jati Luhur.

Green open space (RTH) functions as a balancing and neutralizing air pollution in urban areas. Its has been regulated in Law No.26 of 2007 about Spatial Planning where a minimum requirement of green space area is 30% from total of urban areas which is divided into 20% public green space and 10% private green space. One urban area that has a lack of green open space is Jatiasih Sub-District. The ideal green space planning in Jatiasih sub-district is summarized in Revisi RTRW 2011-2031 report analyzed in 2017. To find out the conditions of green open space in 2019, an evaluation carried with the aim to: 1) Know the availability of green open space in Jatiasih Sub-district at 2019, 2) Know the needs and direction of green open space development based on the level of building density. The research method used visual image interpretation with Bekasi City Pleiades image data was recorded in August 2019 and ArcMap 10.4 software. Data were processed by digitizing green open space and building. RTH objects was classified based on utilization and ownership while building objects are used to determine building density classes. The building density class were used to created RTH development direction. Attribut accuracy test done with sattelit google maps and had a good result of 90,9%. The results showed Jatiasih Sub-district had availability of green open space in 2019 was 311.89 Ha (12.82%) divide by private green open space of 146.41 Ha (6.02%) and public green open space of 165.47 Ha (6.8%). To fulfill the shortage of green space required 418.72 Ha (based on area) and 139.47 Ha (based on population). The building density class divided by dense, medium, low, and non-building classes. Development directives take priority in dense classes considered by the presence of green open space. The sequenced of green space development is Jati Sari, Jati Rasa, Jati Mekar, Jati Kramat, Jatiasih, and Luhur Jati Sub-districts.

Kata Kunci : Ruang Terbuka Hijau, Kepadatan Bangunan, Interpretasi Visual/Green Open Space, Building Density, Visual Interpretation

  1. D3-2020-411050-abstract.pdf  
  2. D3-2020-411050-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-411050-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-411050-title.pdf