Laporkan Masalah

Efektivitas Pentas Seni Teater Diabetes Mellitus (PSTDM) dalam Mengubah Perilaku Mengendalikan Glukosa Darah Puasa (GDP)

MAHENDRO P K, dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, MPH., Ph.D.; Dr. drg.Yulita Hendrartini, M.Kes.; Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM.

2020 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

Latar belakang: Suasana tegang dan kendala bahasa menjadi masalah utama sulitnya pasien DMT2 memahami materi yang disampaikan oleh dokter. Tujuan penelitian ini adalah merancang bentuk intervensi edukasi berbasis senin budaya lokal sesuai keinginan pasien dan diukur efektifitasnya dalam mengubah pengetahuan, sikap, dukungan sosial, efikasi diri, perilaku dan GDP pasien DMT2 di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah mixed methods dengan rancangan sequential exploratory. Rancangan tersebut terdiri dari dua tahap pengumpulan dan analisis data. Penelitian tahap I mengidentifikasi bentuk edukasi melalui seni pertunjukan sesuai keinginan pasien. Tahap II merancang bentuk intervensi berdasarkan hasil penelitian kualitatif dan mengukur efiktivitas dari intervensi yang dihasilkan. Subjek penelitian ini adalah peserta prolanis DMT2 di Puskesmas Sleman dan Klinik Pratama Kabupaten Sleman. Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan quasi experimental non-equivalent pre-postest control group design. Instrumen dalam bentuk kuesioner hasil adaptasi penelitian sebelumnya. Poin-poin pertanyaan kuesioner disusun sesuai topik penelitian dan rekomendasi perkumpulan ahli endokrin. Hasil: Sebagian besar pasien DMT2 adalah perempuan umur 45-60 tahun dan berpendidikan menengah yang tidak bekerja. Secara substantive terjadi perubahan sikap (OR: 6.552,) sebanyak tujuh kali lipat pada pasien yang mengikuti PSTDM di bandingkan pasien yang tidak mengikuti. Selain itu pasien yang mengikuti PSTDM juga mengalami peningkatan efikasi diri (OR: 3.048) tiga kali lipat, dukungan sosial (OR: 1.778) dua kali lipat dan perilaku (OR: 5.257) lima kali lipat dibandingkap pasien yang tidak mengikuti PSTDM. Selain itu, perubahan sikap, efikasi diri dan perilaku juga dipengaruhi oleh pekerjaan pasien. Sedangkan dukungan sosial, selain dipengaruhi PSTDM juga dipengaruhi oleh usia. Pembahasan: Program PSTDM merupakan program inovasi karena memiliki fungsi sebagai media edukasi dan hiburan untuk menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan. Unsur penting didalam program PSTDM adalag musik, menyanyi dan menari. Program tersebut melibatkan peran aktif pasien DMT2 dalam menyelesaikan masalah. Melalui komunikasi efektif pasien saling bertukar pengalaman sehingga meningkatkan efikasi diri dan perilaku mengendalikan GDP. Selain itu tingginya sikap dan dukungan sosial juga sangat diperlukan dalam menejemen pengendalian diri pasien DM. Kesimpulan: Program PSTDM efektif meningkatkan sikap, efikasi diri, dukungan sosial dan perilaku dalam mengendalikan DMT2 sesuai karakteristik seni budaya di Kabupaten Sleman Kata kunci: Diabetes Mellitus, teater, pertunjukan seni, perilaku

Background: The tense condition and language barrier are the main problems in the difficulty of T2DM patients understanding the material delivered by the doctor. This study aimed to design a form of educational intervention based on local culture according to the wishes of the patient. It also measured its effectiveness in changing knowledge, attitudes, social support, self-efficacy, behavior, and FBS of T2DM patients in Sleman, Yogyakarta. Methods: This type of research is mixed methods with a sequential exploratory design. The design consisted of two phases of data collection and analysis. Phase I research identified forms of education through the performing arts as the patient wishes. Phase II designed interventions based on the results of qualitative research and measured the effectiveness of the resulting interference. This study included T2DM prolanis participants in the Sleman's Local Health Center (Puskesmas) and Pratama Clinic in Sleman Regency. The quantitative research design used a quasi-experimental non-equivalent pre-posttest control group design. The instrument in the form of a questionnaire was the result of previous research adaptation. The questionnaire question points were according to the research topic and recommendations of the endocrine expert association. Result: The majority of T2DM patients were unemployed women of 45-60 years old with middle-level education. Substantive attitudes changed (OR: 6.552) seven times to patients who took DMTS than patients who did not. Patients who participated in DMTS also experienced a three times increase in self-efficacy (OR: 3.048), social support (OR: 1.778) doubled, and five times in behavior (OR: 5.257) compared to patients who did not take DMTS. The patient's occupation influenced changes in attitude, self-efficacy, and behavior. Age influenced social support, besides being influenced by DMTS. Discussion: The DMTS program is an innovation program because it has a function as an educational and entertainment media to create a relaxed and pleasant atmosphere. The important elements in the PSDM program are music, singing and dancing. The program involves the active role of T2DM patients in solving problems. Through effective communication, patients exchange experiences to improve self-efficacy and behaviors to control GDP. Besides, high attitudes and social support are essential in the management of DM patients' self-control. Conclusion: The TPADM program effectively increases attitudes, self-efficacy, social support, and behavior in controlling T2DM according to arts and cultural characteristics in Sleman. Keywords: Diabetes Mellitus, theater, performing art, behavior

Kata Kunci : Diabetes Mellitus, teater, pertunjukan seni, perilaku

  1. S3-2020-420296-abstract.pdf  
  2. S3-2020-420296-bibliography.pdf  
  3. S3-2020-420296-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2020-420296-title.pdf