Laporkan Masalah

Pendekatan Dinas Kesehatan Dalam Pemberian Pelayanan Kesehatan Dasar Maternal Pada Komunitas Adat Terpencil Suku Anak Dalam Di Kabupaten Merangin

LAILATUL KHOIRIYAH, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Berdasarkan penelitian sebelumnya di Kabupaten Sarolangun bahwa ibu dari suku anak dalam tidak mau datang untuk melahirkan pada pusat Pelayanan Kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Sementara di Kab. Merangin sudah ada ibu dari suku anak dalam yang mau melakukan Antenatal Care (ANC) dan melahirkan pada pelayanan kesehatan yang tersedia. Tujuan: Mengeksplorasi pendekatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kab. Merangin dalam pemberian pelayanan kesehatan dasar maternal pada komunitas adat terpencil Suku Anak Dalam yang berada di wilayah Kab. Merangin. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal terjalin (embedded). Responden dalam penelitian ini adalah induk (ibu), tumenggung (kepala suku), Pemegang Program Komunitas Adat Terpencil Dinas Sosial, petugas kesehatan, pemegang program kesehatan maternal pada Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Merangin. Hasil: Pelayanan kesehatan maternal di Kab. Merangin meliputi 14 layanan yang mencakup seluruh masyarakat termasuk Suku Anak Dalam. Upaya pemberian pelayanan diberikan dengan pendekatan kultural dan kerjasama tim. Strategi pemberian pelayanan kesehatan maternal kepada Suku Anak Dalam dilakukan dengan inovasi pada sarana pelayanan kesehatan sehingga komunitas Suku Anak Dalam mulai berbaur dengan masyarakat, memahami tentang kesehatan maternal, dan akhirnya mau menerima pelayanan kesehatan maternal yang diberikan oleh sarana pelayanan kesehatan. Hal ini juga tidak terlepas dari dukungan lintas sektor dalam pemberian penyuluhan dan sosialisasi tentang cara hidup sehat warga Suku Anak Dalam sehingga berdampak mulai memahami tentang penting dan perlunya memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Kesimpulan: Pendekatan dilakukan dengan kerjasama lintas sektor dan melakukan inisiasi inovasi pada sarana pelayanan kesehatan. Evaluasi pendekatan pemberian pelayanan kesehatan dapat ditinjau dari aspek ketidakpercayaan pada pelayanan kesehatan dan penerimaan pemberian pelayanan kesehatan maternal kepada Suku Anak Dalam.

Background: Based on previous research in Sarolangun District that mothers of inner child tribes do not want to come to give birth at the Health Service center provided by the government. While in Merangin District, there are already mothers of inner children who want to do ANC and give birth to available health services. Objective: To explore the approach taken by the Merangin District Health Office in providing basic maternal health services to the remote indigenous communities of the Suku Anak Dalam in the Merangin District area. Method: The type of this research is qualitative research with a single embedded case study design. Respondents in this study were mothers, tumenggung (chiefs), health workers, holders of maternal health programs at the health department and the Head of Health Office. Result: Maternal health services in Kab. Merangin includes 14 services that cover the entire community including Suku Anak Dalam. Service delivery efforts are provided with a cultural approach and teamwork. The strategy of providing maternal health services to the Suku Anak Dalam is carried out with innovations in health care facilities so that the Suku Anak Dalam community begins to mingle with the community, understand maternal health, and finally accept maternal health services provided by health care facilities. It is also inseparable from cross-sectoral support in providing counseling and outreach about healthy ways of life of the Suku Anak Dalam residents so that the impact begins to understand the importance and need to utilize health care facilities provided by the government. Conclusion: The approach is carried out with cross-sectoral collaboration and initiation of innovation in health service facilities. Evaluation of the approach to providing health services can be viewed from the aspect of mistrust in health services and the acceptance of providing maternal health services to the Suku Anak Dalam.

Kata Kunci : Suku Anak Dalam, Kesehatan Ibu, Indigenous, Komunitas Adat Terpencil, Pelayanan Kesehatan Maternal

  1. S2-2020-433492-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433492-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433492-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433492-title.pdf