PERILAKU LEBIH UTAMA DARIPADA ORIENTASI SEKSUAL: ORIENTASI MASA DEPAN PADA INDIVIDU GAY
ELISABETH VINA N, Ira Paramastri, Dr., MSi., Psikolog
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKesuksesan di bidang pekerjaan, pendidikan, dan membangun rumah tangga di masa depan merupakan dambaan bagi setiap orang, termasuk individu gay. Namun pada realita yang ada, masih terdapat kasus diskriminasi dan halangan dalam pernikahan sesama jenis di Indonesia. Hambatan yang demikian tentunya memengaruhi individu gay dalam menentukan masa depannya. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui bagaimana orientasi masa depan individu gay, faktor-faktor yang mempengaruhi, dan upaya yang mereka lakukan untuk mengatasi hambatan, khususnya yang berkaitan dengan diskriminasi orientasi seksual. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi. Peneliti menentukan tiga orang partisipan, yakni individu gay yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan beserta satu orang significant others untuk setiap partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara beserta observasi. Setelah memperoleh data, peneliti melakukan analisis menggunakan Intepretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan cenderung menentukan bidang pendidikan dan pekerjaan yang terbuka akan LGBT, serta memilih pasangan hidup sesama jenis. Dalam penentuan masa depan, mereka dipengaruhi oleh konsep diri dan kemampuan kognitif yang mereka miliki, serta adanya pengaruh dari orangtua maupun teman. Mereka mengupayakan perilaku positif dan selektif dalam coming out untuk mengantisipasi terjadinya diskriminasi.
Success in the field of work, education, and building a household in the future is a thing that is expected by every people, including a gay person. However, in reality, there are still cases of discrimination and gay marriage is still opposed by the Indonesian society. Such barriers certainly affect gay person in determining their future. Therefore, the researcher want to know-how gay future orientation, factors that can influence, and effort that they do to face the obstacle in future orientation preparation, especially problem that related to sexual orientation discrimination. The approach used in this research is phenomenological qualitative. Researcher determined three participants, namely gay person who fit the criteria and one significant others for each participant. The data was collected through in-depth interviews and observation. After obtaining the data, the researcher conducted an analysis using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The result of this research shows that participants tend to choose education and employment that are open to LGBT, and choose same-sex life partners. In determining the future, they are influenced by their self-concepts and cognitive abilities, as well as the influence of parents and friends. They also behave positively and selective in coming out to anticipate discrimination.
Kata Kunci : gay, homoseksual, orientasi masa depan