Laporkan Masalah

Determinan Mobilitas Ulang-Alik di Jabodetabek dan Sekitarnya (Analisis Data Survei Penduduk Antar Sensus 2015)

FAUZI DARMAWAN, Dr Sukamdi, M.Sc. ; Dr Abdur Rofi, M.Si.

2020 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Perkembangan sarana dan prasarana serta teknologi informasi memengaruhi pola mobilitas penduduk. Mobilitas yang dilakukan pada awalnya bersifat permanen, namun seiring perkembangan yang ada muncul mobilitas non permanen. Salah satu bentuk mobilitas non permanen adalah mobilitas ulang-alik. Mobilitas ulang-alik biasanya terjadi di sekitar pusat perekonomian. Jabodetabek merupakan suatu kawasan strategis nasional yang merupakan pusat perekonomian dan pusat pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi mobilitas ulang-alik di Jabodetabek dan sekitarnya. Data yang digunakan adalah Supas 2015. Analisis yang digunakan adalah deskriptif dan multilevel logistik biner. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel area merupakan prediktor terhadap terjadinya mobilitas ulang-alik. Semakin baik kualitas penduduk dan semakin baik angka pengangguran di suatu wilayah maka probabilitas terjadinya mobilitas ulang-alik semakin tinggi. Variabel individu yang paling berpengaruh terhadap mobilitas ulang-alik adalah variabel pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar kemungkinan seseorang melakukan mobilitas ulang-alik.

The development of infrastructure and technology information has influenced the pattern of population mobility. At first, mobility is permanent, but along with the development there is non-permanent mobility. Commuting is one of non-permanent mobility. Commuting usually occurs around the economic center. Jabodetabek is a national strategic area that is the center of the economy and the center of government. This study aims to determine the factors that influence commuting in Jabodetabek and surrounding areas. The source of data is Supas 2015. The analysis used is descriptive and multilevel binary logistic. The result show that variable area are predictor for commuting. The better quality of population and unemployment rate, the higher probability of commuting. The other result, show that individual variable (sex, age, education, and marital status) take effect on commuting. Individual variable that most significance take effect on commuting is education. The higher education, the higher probability to be commuter.

Kata Kunci : mobilitas non permanen, mobilitas ulang-alik, analisis multilevel

  1. S2-2020-435165-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435165-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435165-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435165-title.pdf