Perjuangan Kesetaraan Laki-laki dalam Film Le Grand Bain (2018) yang Disutradarai oleh Gilles Lellouche
AJRINA NURIN, Dr. Wening Udasmoro, M.Hum., DEA
2020 | Skripsi | S1 SASTRA PRANCISKesetaraan gender di lingkungan sekitar masih menjadi hal yang jarang dianggap sebagai hal yang normal. Seringkali, masyarakat menganggap kesetaraan antara perempuan dan laki-laki adalah hal yang aneh. Melihat laki-laki yang ingin setara dengan perempuan membuat pandangan masyarakat berpikir bahwa hal tersebut tidak jantan. Masalah-masalah tersebut diambil dalam film Le Grand Bain (2018) oleh Gilles Lellouche yang digunakan sebagai objek material dalam penelitian ini. Tema dari penelitian ini adalah mewujudkan usaha-usaha kesetaraan dari laki-laki yang ingin setara dengan perempuan. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana usaha laki-laki di dalam film agar mendapatkan kesetaraan dengan perempuan. Tujuan kedua adalah menganalisa stereotipe-stereotipe apa yang ingin didobrak saat melihat laki-laki melakukan aktivitas perempuan. Selain itu untuk mengkritik isi film yang berkaitan dengan tema-tema kesetaraan gender dan stereotipe-stereotipe yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan teori gender oleh Elaine Showalter, yang berpendapat bahwa gender lebih dari sekedar perbedaan laki-laki dan perempuan dilihat dari konstruksi sosial-budaya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan dan analisis data yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender masih dipandang sebelah mata oleh orang-orang sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender masih belum terlalu dipahami oleh masyarakat sekitar yang ada di dalam film dan stereotipe-stereotipe mengenai kesetaraan gender masih terbentuk.
Gender equality in the surroundings environment is still rarely considered as normal. Often, the community considers equality between women and men is a strange thing. Seeing a men who want to be equal to women makes the public view think that it is not manly. These problems were taken in the film Le Grand Bain (2018) by Gilles Lellouche which was used as a material object in this research. The theme of this research is to realize equality efforts of men who want to be equal to women. The aim of this research is firstly to identify how the men in the film try to get equality with women. This research aims secondly to analyze what stereotypes you want to break when you see men doing women's activities. In addition to criticizing the contents of the film relating to the themes of gender equality and stereotypes that are formed. This research uses gender theory by Elaine Showalter, who believes that gender is more than just the difference between men and women in terms of socio-cultural construction. This research uses data collection and analysis methods which show that gender equality is still underestimated by people around. The results of this research is indicate that gender equality is still not well understood by the local society in the film and stereotypes about gender equality are still formed.
Kata Kunci : kesetaraan gender, aktivitas, stereotipe, dobrak.