SPIRITUAL HYBRIDITY OF NATIVE AMERICAN IN LOUIS EDRICH'S "THE ROUND HOUSE": POSTCOLONIAL STUDIES
ACHMAD FAQIH, Muh Arif Rokhman, M.Hum., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN AMERIKALouis Edrich, seorang penulis kontemporer penduduk asli pribumi Amerika menerbitkan sebuah novel yang tidak hanya menggambarkan kompleksitas identitas individu dan budaya, urgensi marjinalisasi dan kelangsungan hidup pribumi Amerika, tetapi juga mengenai spirtualitas dan hibriditas agama yang dikenal sebagai spiritual hibriditas pada tahun 2012 yang berjudul "The Round House". Spiritual hibriditas terlihat hal yang biasa bagi pribumi Amerika setelah kedatangan orang-orang Eropa dan penyebaran agama Kristen secara massive. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis representasi spiritual hibriditas pribumi Amerika. Novel ini dianalisa menggunakan teori yang dikemukan oleh Bhaba yakni hybridity. Seluruh dialog dan narasi yang berupa kata, frase dan kalimat yang berada di dalam novel menjadi sumber data yang merepresentasikan spiritual hibriditas pribumi Amerika. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa representasi spiritual hibriditas pribumi Amerika dapat diartikulasikan sebagai bentuk pertahanan mereka dalam melawan dominasi agama Kristen. Disisi lain, spiritual hibriditas sebagai bentuk dari ruang ketiga yang terjadi sebagai hasil dari percampuran keyakina yang dilakukan oleh native Amerika setelah mengalami diskriminasi dan penindasan agama. Spiritual hibriditas dapat disimpulkan sebagai pola baru bentuk perjuangan dan perlawanan pribumi Amerika dalam untuk mempertahankan tradisi mereka. Sekarang, spiritual hibriditas bagi pribumi Amerika hanya merupakan bentuk perlawan terhadap hegemoni agama Kristen.
Louis Edrich, a contemporary Native American writer published a novel that not only portrays the complexities of individual and cultural identity, the exigencies of marginalization and cultural survival which happened to Native American but also concerns about spirituality and the hybrid form of religion which is known as spiritual hybridity in last 2012 entitles "The Round House". Spiritual hybridity looks like common practices for Native Americans after the arrival of European and the massive spreading of Christianity. This study is conducted to probe the representation of the spiritual hybridity of Native Americans. The novel is examined using Bhabha's theory on Hybridity. The dialogue and narration in the form of words, phrases, and sentences in the novel are treated as a data source that represents the spiritual hybridity of Native America. The results of the analysis show the representation of the spiritual hybridity of Native Americans can be articulated as their defense against Christian hegemony. Besides, the representation of spiritual hybridity as a form of third space that occurs as a result of a mixture of religious beliefs committed by Native Americans after experiencing religious oppression or discrimination. Spiritual hybridity can be concluded as a new pattern of the struggle and resistance of Native Americans to fight for their tradition. Today, spiritual hybridity for Native American remains a form of resistance towards Christian hegemony.
Kata Kunci : spirituality, spiritual hybridity, resistance, hybridity.