Laporkan Masalah

Potensi Perlindungan Hukum Indikasi Geografis Terhadap Produk Kakao Gunung Kidul

WISNU FAISHAL RASYID, Dr. Hariyanto, S.H., M.Kn.

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mengenai potensi perwujudan perlindungan hukum secara Indikasi Geografis yang dapat diberikan kepada produk kakao di Gunung Kidul dan kendala terhadap perwujudan perlindungan Indikasi Geografis serta langkah yang ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggabungkan dua jenis penelitian, yaitu penelitian normatif dan penelitian empiris. Penelitian normatif dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian empiris dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber dan responden seperti Analis Kekayaan Intelektual, Peneliti Balai Teknologi Pertanian, dan petani Kakao di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunung Kidul. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif yang merupakan kegiatan sistemasi dan klarifikasi terhadap dokumen dan hasil wawancara yang diperoleh dalam penelitian sesuai dengan rumusan masalah dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini kakao di Gunung Kidul memiliki potensi untuk mendapatkan perlindungan Indikasi Geografis. Kendala dalam mewujudkan perlindungan Indikasi Geografis untuk kakao di Gunung Kidul adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan hukum, kurangnya pembinaan pemerintah terhadap masyarakat dan belum ada upaya untuk mendaftarkan perlindungan hukum. Langkah yang sudah dilakukan adalah kakao di Gunung Kidul sedang dalam tahap penelitian oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) untuk mengkaji kandungan kakao agar bisa memperoleh perlindungan Indikasi Geografis.

The purpose of this research is to examine the potential for the realization of legal protection in terms of Geographical Indications that can be given to cocoa products in Gunung Kidul and the obstacles to the realization of Geographical Indications protection as well as the steps taken to overcome the obstacles. This research combines two types of research, namely normative research and empirical research. Normative research is conducted by examining library materials or secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Empirical research was carried out by conducting interviews with several informants and respondents such as the Intellectual Property Analyst, Researchers at the Agricultural Technology Center, and Cocoa farmers in Patuk District, Gunung Kidul Regency. Then the data were analyzed by using qualitative method by conducting systemization and clarifying documents as well as interview result according to the described research problems. The results of this study cocoa in Gunung Kidul has the potential to gain protection from Geographical Indications. The obstacles in realizing the protection of Geographical Indications for cocoa in Gunung Kidul are the lack of public awareness of legal protection, lack of government guidance for the community and no effort to register legal protection. The step that has been taken is that cocoa in Gunung Kidul is in the research stage by �Balai Pengkajian Teknologi Pertanian� to assess the content of cocoa in order to obtain the protection of Geographical Indications

Kata Kunci : Indikasi Geografis, Kakao Gunung Kidul

  1. S1-2020-345492-abstract.pdf  
  2. S1-2020-345492-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-345492-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-345492-title.pdf