KEDUDUKAN AKTA AUTENTIK YANG DIBUAT OLEH NOTARIS SETELAH DIPAILITKAN
MUTHIAH ZAHRA, Dr. Sutanto, S.H., M.S.
2020 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan kedudukan akta autentik yang dibuat oleh Notaris setelah dipailitkan, dan menganalisis perlindungan hukum terhadap akta autentik yang dibuat oleh Notaris setelah dipailitkan. Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu mencakup penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematika hukum, taraf-taraf sinkronisasi hukum, sejarah hukum dan perbandingan hukum, sedangkan sifatnya adalah deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dengan mengkaji bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Selanjutnya data dianalisis secara kualitatif yaitu metode analisis data yang didasarkan pada pemahaman dan pengelolaan data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara narasumber serta penelitian kepustakaan. Pengaturan kepailitan yang dialami oleh notaris pada Undang-Undang Jabatan Notaris hanya sebatas tentang penyebab dari pemberhentian secara tidak hormat. Pemberhentian Notaris diatur pada Pasal 2 Undang-Undang Jabatan Notaris yaitu �Notaris diangkat dan diberhentikan oleh Menteri�. Berdasarkan Pasal tersebut maka setelah notaris dinyatakan pailit masih bisa melaksanakan tugas dan wewenangnya sebagai pejabat umum negara selama belum diberhentikan oleh Menteri, namun sekalipun notaris masih bisa melaksanakan tugas dan jabatannya sebelum diberhentikan oleh menteri, status hukum yang ada pada notaris sudah berbeda dengan sebelum dinyatakan pailit oleh pengadilan, yaitu berada dibawah kurator. Apabila notaris membuat akta setelah diputus pailit, maka akta tersebut dianggap tidak sah dan hanya mempunyai kekuatan daya berlaku sebagai akta dibawah tangan. Akibat hukum yang ditimbulkan atas pemberhentian notaris terhadap suatu akta yang dibuatnya mengakibatkan protokol akta harus dipindahkan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan hukum para pihak, notaris sekaligus perlindungan hukum terhadap akta notaris.
This thesis aims to understand, analyze, and describe the position and legal protection of authentic deed made by Notary after being declared for bankruptcy. This research used the normative legal method that included research of law principles, legal systematics, stages of legal synchronization, law history and comparison, while it was descriptive in nature. The type of data for this research was secondary data collected from library study by reviewing primary, secondary, and tertiary legal materials. Afterward, the data was analyzed qualitatively by a method based on systematical understanding and processing acquired from interviewing various sources and library study. Bankruptcy arrangement experienced by Notary on the Notary Position Act is only limited to the cause of disrespectful termination. Dismissal of Notary is regulated in Article 2 of Notary Position Act which states that, �Notary is appointed and dismissed by the Minister�. Thus, according to said article, a Notary can still carry out his duties and authorities as a state official as long as he has not been dismissed by the Minister. Even though the Notary can still have his duties and authorities, the legal status on said Notary is already different from the status he once had before being declared for bankruptcy by the court; the Notary is now under the curator. If a Notary creates a deed after being declared from bankruptcy, the deed will be deemed invalid and only have tacit legal power. The legal consequences arising from dismissal of Notary on the deeds he created resulted in deed protocol that needs to be changed as a protection of legal interests of all sides, Notary, as well as the deeds created by the Notary.
Kata Kunci : Akta Autentik, Kepailitan, Notaris Pailit / Authentic deed, Bankruptcy, Bankrupt Notary