Laporkan Masalah

Dampak Strategi Adaptasi Perubahan Iklim terhadap Produktivitas dan Pendapatan Petani Padi

MOH WAHYUDI PRIYANTO, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.; Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Arini Wahyu Utami, S.P., M.Sc., Ph.D.

2020 | Tesis | MAGISTER EKONOMI PERTANIAN

Dampak negatif perubahan iklim terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan dengan menerapkan strategi adaptasi perubahan iklim. Program pemerintah yang mendukung peningkatan penerapan strategi adaptasi adalah Program Kampung Iklim (Proklim). Selain itu, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim dan persepsi terhadap risiko perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan 1) kesadaran petani dari lokasi Proklim dan non-Proklim terhadap fenomena perubahan iklim, 2) persepsi petani dari lokasi Proklim dan non-Proklim terhadap risiko perubahan iklim, 3) penerapan strategi adaptasi perubahan iklim oleh petani padi di lokasi Proklim dan non-Proklim, 4) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah penerapan strategi adaptasi perubahan iklim, dan 5) dampak strategi adaptasi perubahan iklim terhadap produktivitas dan pendapatan petani. Wawancara dilakukan kepada 112 petani dari 3 lokasi Proklim dan 3 lokasi non-Proklim. Analisis yang digunakan adalah analisis T-test, analisis Regresi Tobit, dan analisis Propensity Score Matching. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) petani dari lokasi Proklim dan non-Proklim memiliki tingkat kesadaran terhadap fenomena perubahan iklim yang tergolong sedang, dan kesadaran petani dari lokasi Proklim secara signifikan lebih tinggi dibandingkan petani dari lokasi non-Proklim. 2) Petani dari lokasi Proklim dan non-Proklim memiliki tingkat persepsi terhadap risiko perubahan iklim yang tergolong sedang, dan persepsi antara petani dari lokasi Proklim dengan non-Proklim tidak menunjukan perbedaan. 3) Strategi adaptasi yang diimplementasikan oleh petani di lokasi penelitian adalah melakukan rotasi tanam, menggunakan varietas padi berumur pendek, menambah zat kapur/dolomit, menggunakan sumur ladang, menyesuaikan waktu tanam, menyesuaikan waktu panen, memelihara saluran air dan irigasi, dan mengatur penggunaan air. 4) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah strategi adaptasi (rotasi tanam, penggunaan varietas padi berumur pendek, menambah zat kapur/dolomit, dan menggunakan sumur ladang) adalah pengalaman bertani, luas lahan, keanggotaan dalam kelompok tani, akses informasi cuaca, kesadaran petani terhadap fenomena perubahan iklim, persepsi petani terhadap risiko perubahan iklim, dan status lokasi Proklim. 5) Penerapan lebih dari atau sama dengan 2 strategi adaptasi dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

The negative impacts of climate change on the agricultural sector can be minimized by implementing climate change adaptation strategies. The government program that supports the implementation of adaptation strategies is the Program Kampung Iklim (Proklim). Besides, the program is expected to increase awareness towards the climate change and perceptions towards the climate change risks. Therefore, this study aims to determine 1) awareness of farmers from Proklim and non-Proklim locations towards the phenomenon of climate change, 2) farmers' perceptions of Proklim and non-Proklim locations towards the climate change risks, 3) implementation of climate change adaptation strategies by rice farmers in Proklim and non-Proklim locations, 4) factors that influence the number of implementation of climate change adaptation strategies, and 5) the impact of climate change adaptation strategies on farmers' productivity and income. Interviews were conducted with 112 farmers from 3 Proklim locations and 3 non-Proklim locations. The analysis used was T-test analysis, Tobit Regression analysis, and Propensity Score Matching analysis. The results showed that 1) farmers from the Proklim and non-Proklim locations had a moderate level of awareness towards the phenomenon of climate change, and the awareness of farmers from the Proklim location was significantly higher than farmers from the non-Proklim locations. 2) Farmers from Proklim and non-Proklim locations have a moderate level of perception towards climate change risks, and perceptions between farmers from Proklim and non-Proklim locations show no difference. 3) The adaptation strategy implemented by farmers in the study sites is crop rotation, use short-lived rice varieties, add calcium fertilizers/dolomite, use field wells, adjust planting time, adjust harvest time, maintain irrigation, and regulate water use. 4) Factors that influence the number of adaptation strategies (crop rotation, use of short-lived rice varieties, add calcium fertilizers/dolomite, and use of field wells) are farming experience, land area, membership in farmer groups, access to weather information, farmer awareness towards phenomenon of climate change, farmers' perceptions towards climate change risks, and the Proklim location. 5) Implementing more than or equal to 2 adaptation strategies can increase productivity and income.

Kata Kunci : Strategi adaptasi perubahan iklim, Proklim, Produktivitas, Pendapatan, Propensity score matching

  1. S2-2020-433926-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433926-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433926-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433926-title.pdf