Faktor-faktor yang Memengaruhi Konsumsi Rokok pada Rumah Tangga Miskin di Provinsi Jawa Barat
AGUS SETIAWAN, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, M.IDEC
2020 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanJawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar dan berkontribusi terhadap tingkat kemiskinan nasional sebesar 13,79 persen atau peringkat ketiga terbesar di Indonesia. Masalah semakin pelik karena prevalensi merokok pada masyarakat Jawa Barat paling tinggi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi rokok dan menganalisis elastisitas permintaan rokok pada rumah tangga miskin di Jawa Barat. Metode QUAIDS merupakan penyempurnaan dari An Almost Ideal Demand System (AIDS). Sumber data diperoleh dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2018. Jumlah sampel sebanyak 1041 rumah tangga miskin perokok. Hasil dari penelitian ini, elastisitas pendapatan menunjukkan bahwa semua komoditas rokok merupakan barang mewah. Nilai elastisitas pendapatan jenis rokok tembakau lebih elastis daripada jenis produk rokok yang lainnya. Elastisitas harga sendiri menunjukkan komoditas rokok tembakau yang paling inelastis dibandingkan komoditas rokok yang lain. Sementara elastisitas harga silang Marshalian menunjukkan bahwa semua komoditas rokok mempunyai hubungan komplementer, sedangkan nilai elastisitas harga silang Hicksian menunjukkan rokok kretek non filter dan rokok tembakau mempunyai hubungan substitusi dengan rokok kretek filter menunjukkan bahwa semua komoditas rokok merupakan barang mewah. Nilai elastisitas pendapatan jenis rokok tembakau lebih elastis daripada jenis produk rokok yang lainnya. Elastisitas harga sendiri menunjukkan komoditas rokok tembakau yang paling inelastis dibandingkan komoditas rokok yang lain. Sementara elastisitas harga silang Marshalian menunjukkan bahwa semua komoditas rokok mempunyai hubungan komplementer, sedangkan nilai elastisitas harga silang Hicksian menunjukkan rokok kretek non filter dan rokok tembakau mempunyai hubungan substitusi dengan rokok kretek filter
West Java is a province with the largest population and has 13,79 percent contribution to the national poverty rate, the third rank in Indonesia. The problem is more complicated because the prevalence of smoking in West Java is the highest in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the factors that influence cigarette consumption and to analyze the elasticity of cigarette demand in poor households in West Java.he analysis method in this study is Quadratic AIDS (QUAIDS). It is a refinement of the An Almost Ideal Demand System (AIDS). The data were obtained from the results of the National Socio-Economic Survey (Susenas) 2018 with total sample of 1041 poor households smoker The results of this study is all cigarette commodities are luxury goods. It can be seen from the value of income elasticity. The income elasticity value of tobacco cigarettes is more elastic than other types of cigarette products. The own price elasticity shows that the tobacco commodity is the most inelastic compared to other cigarette commodities. Than, the Marshalian cross price elasticity shows that all cigarette commodities have a complementary relationship, while the Hicksian cross price elasticity value indicates non-filtered clove cigarettes and tobacco cigarettes have a substitution relationship with filtered clove cigarettes.
Kata Kunci : Rokok, Rumah tangga miskin, QUAIDS, elastisitas pendapatan, elastisitas harga