Analisis Pembebanan Penyulang Ajibarang 01 untuk Memecah Beban Penyulang Rawalo 01 di PT PLN (Persero) UP3 Purwokerto
NABILA SETIA N, Budi Bayu Murti, S.T., M.T.
2020 | Tugas Akhir | D3 TEKNOLOGI LISTRIKPenyulang RWO 01 merupakan salah satu penyulang yang memiliki jaringan cukup panjang yaitu �±29 km. Dengan panjang jaringan ini, petugas kesulitan untuk mengaturnya. Kesulitan yang dihadapi yaitu jika arus gangguan datang bernilai kecil. Dengan arus gangguan kecil, maka akan sulit diprediksi dimana letak gangguan yang sebenarnya jika hanya lewat operator saja. Sehingga haruslah ada petugas lain yang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara langsung. Saat turun langsung ke lapangan, perjalanan yang di tempuh cukup jauh, menyebabkan pemadaman semakin lama. Hal ini akan menyita banyak waktu untuk penanganannya, sehingga akan berpengaruh pada tidak optimalnya pengoperasian dan penyaluran lisrik itu sendiri. Untuk mengatasi hal ini, yaitu dengan memecah beban pada RWO 01 yang nantinya akan dilimpahkan ke AJB 01. Penyulang AJB 01 memiliki akses jarak yang dekat dengan ujung penyulang RWO 01. Pemecahan beban dilakukan dengan estimasi memutus beban RWO 01 pada sectionalizer 236, yang nantinya beban setelah sectionalizer 236 akan menjadi penyulang AJB 01. Hal ini akan menjadikan penyulang RWO 01 lebih stabil, serta akan lebih efisien saat penormalan gangguan.
The RWO 01 feeder is one of the feeders that has a fairly long network of �± 29 km. With the length of this network, officers find it difficult to manage. Difficulties encountered are if the current of interference comes in small value. With a small interference current, it will be difficult to predict where the actual interference location if only through the operator alone. So there must be other officers who come down to the field to do the checking directly. When descending directly into the field, the journey is quite far, causing more and more blackouts. This will take a lot of time for handling, so that it will affect the operation and distribution of the electricity itself. To overcome this, by breaking the load on RWO 01 which will later be transferred to AJB 01. AJB 01 feeder has access to a distance close to the tip of the RWO 01 feeder. Breaking the load is done by estimating severing the RWO 01 load on sectionalizer 236, which will later load after sectionalizer 236 will become AJB 01 feeder. This will make RWO 01 feeder more stable, and will be more efficient when normalizing interference.
Kata Kunci : penyulang, memecah, gangguan, beban, penormalan, distribusi