Analisis Peningkatan Kapabilitas Inspektorat Kabupaten Sukoharjo dengan Menggunakan IA-CM (Studi Kasus Pada Tahun 2019)
GAMMA YUNI NURVISTA, Mahfud Sholihin, Prof., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIAgar auditor internal, khususnya APIP dapat menjalankan perannya secara efektif dalam tata kelola sektor publik, APIP harus cukup capable atau mumpuni atas mandat dan tujuan mereka serta capable dalam memberikan temuan dan rekomendasi audit yang bermanfaat untuk kualitas audit internal yang baik. Untuk menciptakan peranan APIP yang efektif dan sesuai dengan PP 60 Tahun 2008, BPKP menerbitkan Peraturan Kepala BPKP Nomor 6 Tahun 2015 tentang Grand Design Peningkatan Kapabilitas APIP Tahun 2015-2019. Pedoman tersebut menyebutkan bahwa untuk mendukung peranan APIP yang efektif dan berkelas internasional maka dibutuhkan pula alat yang berkelas internasional, yaitu Internal Audit Capability Model (IA-CM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala yang menghambat Inspektorat Kabupaten Sukoharjo sehingga belum mampu mencapai level 3 dan menyusun strategi yang dapat dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Sukoharjo dalam peningkatan kapabilitas APIP. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara semi-struktur. Wawancara dalam penelitian ini melibatkan 8 partisipan yang terdiri dari 6 partisipan Inspektorat Kabupaten Sujkoharjo dan 2 partisipan dari BPKP Perwakilan Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi oleh Inspektorat Kabupaten Sukoharjo dalam peningkatan kapabilitas APIP sehingga masih berada pada level 2, yaitu kesulitan dalam menentukan indikator kinerja, kuantitas sumber daya manusia khususnya tenaga profesional yang terbatas, banyaknya jumlah objek pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Sukoharjo, anggaran yang kurang memadai, dan kesulitan dalam menilai risiko.
In order to ensure that internal auditors, especially APIP, carry out their roles effectively in public sector governance, APIP must be sufficiently capable or qualified for their mandates and objectives and must be capable in providing useful audit findings and recommendations for good quality internal audits. To create an effective role for APIP and in accordance with PP 60 of 2008, the BPKP, as the supervisor of the Auditor's Functional Position within the APIP environment, issued BPKP Head Regulation No. 6 of 2015 regarding Grand Design for Improvement of APIP�s Capabilities in 2015-2019. The guideline states that to support the role of an effective and international-class APIP, an international-class tool is also needed, namely the Internal Audit Capability Model (IA-CM). This study aims to analyze the hindrances that hamper the Sukoharjo District Inspectorate office from reaching level 3 and to develop strategies that can be carried out by Sukoharjo Regency Inspectorate office to enhance the capabilities of the Government Internal Control Apparatus (APIP). This research uses a qualitative research method with a case study approach. Data collection was carried out through documentation and semi-structured interviews. Interviews in this study involved 8 participants consisting of 6 participants from Sujkoharjo Regency Inspectorate office and 2 participants from BPKP Central Java Representative. The research results show some hindrances faced by Sukoharjo Regency Inspectorate office in increasing APIP capabilities so that it remains at level 2, namely difficulty in determining performance indicators, the limited quantity of human resources, especially professional personnel, the large number of objects to be inspected by the Sukoharjo Regency Inspectorate office, inadequate budgeting, and difficulties in assessing risk.
Kata Kunci : APIP, kapabilitas APIP, IA-CM, good goverment governance