Laporkan Masalah

PENGEMBANGAN PERUSAHAAN RINTISAN BERBASIS LINGKUNGAN "GREEN STARTUP" DALAM MENGURANGI PERMASALAHAN SAMPAH DAN IMPLIKASINYA PADA KETAHANAN LINGKUNGAN (Studi pada Startup "Sampah Muda" di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah)

OKI SADMA, Prof. Dr. Su Rito hardoyo, M.A; Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.

2020 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Permasalahan sampah menjadi concern masyarakat global dalam sustainable development goals (SDGs) melalui konsep "zero waste". Permasalahan sampah yang tidak terkendalikan menyebabkan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang kemudian mempengaruhi ketahanan lingkungan suatu wilayah. Pengembangan perusahaan rintisan "startup" menjadi salah satu cara yang dapat digunakan dalam melakukan inovasi penyelesaian masalah yang ada di masyarakat sekaligus memperoleh nilai tambah ekonomi. Penerapan praktik bisnis hijau dalam perusahaan rintisan "green startup" menjadi salah satu model pengembangan bisnis yang dapat mendukung tujuan ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada startup Sampah Muda yang beroperasi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menemukan pengembangan green startup Sampah Muda dalam mengurangi permasalahan sampah di Kota Semarang, (2) mendeskripsikan implikasi pengembangan green startup Sampah Muda pada ketahanan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian menggunakan studi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, studi dokumentasi dan online searching. Pengolahan dan penganalisisan data dilakukan melalui analisis reflektif dan interpretasi dari data yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Sampah Muda dilakukan dengan menerapkan praktik bisnis berbasis lingkungan melalui penerapan karakteristik green startup yang terkait dengan produk, wirausaha, dan strategi. Pengembangan Sampah Muda dilandasi oleh dasar pengembangan yang terdiri dari timing, team, idea, business model, dan funding sebagai faktor penentu keberhasilan startup. Pengembangan Sampah Muda berimplikasi positif pada ketahanan lingkungan dengan indikator meliputi: (1) meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan, (2) meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan, (3) menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat, dan (4) menumbuhkembangkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial. Kondisi ketahanan lingkungan dicerminkan dengan terjaganya unsur-unsur lingkungan yang terdiri dari abiotik, biotik dan sosial budaya melalui implementasi etika lingkungan oleh startup. Layanan Sampah Muda turut berkontribusi dalam mengurangi permasalahan sampah dan memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah yang belum terpenuhi oleh Pemerintah Kota Semarang.

Waste problem has become a concern of the global community in sustainable development goals (SDGs) through the concept of "zero waste". The uncontrolled waste problem caused degradation of environmental quality which then affect the environmental resilience of a region. Startup companies development is one of the ways that can be used to innovate problem solving in society as well as obtaining economic value added. The adoption of green business practices in the startup "green startup" is one of the business development model that support the goals of a green economy and environmental sustainability. This research was conducted at the Sampah Muda startup which operated in Semarang City, Central Java Province. This study aims (1) to find the developing of green startup Sampah Muda in reducing waste problem in Semarang City (2) to describe the implication of green startup Sampah Muda development to environmental resilience. This research used descriptive qualitative research method. The research approach used the study of problem that occured in the community. Data collection in this research used observation, interview, study documentation and online searching. Data processing and analyzing used reflective analysis and interpretation of data found in the field. The results showed that the development of Sampah Muda was carried out by applying environmental-based business practices through the application of green startup characteristics related to product, entrepreneurship, and strategy. The development of Sampah Muda was on development basics which consist of timing, team, idea, business model, and funding. Sampah Muda had a positive implication on environmental resilience with indicators including: (1) increasing awareness in environmental protection and management, (2) increasing independence, community empowerment and partnerships, (3) fostering community capacity and pioneering, and (4) developing community responsiveness to conduct social surveillance. Environmental resilience condition was reflected in the preservation of environmental elements consisting of abiotic, biotic and socio-cultural through the implementation of environmental ethic by startup. Sampah Muda contribute to reducing waste problem and meeting the need of waste management that have not been met by the Semarang City Government.

Kata Kunci : Pengembangan, Green Startup, Pengelolaan Sampah, Ketahanan Lingkungan

  1. S2-2020-435216-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435216-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435216-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435216-title.pdf