Determinan Penyerapan Tenaga Kerja Pemuda pada Sektor Pertanian di Indonesia
EKA NURDIYANTO, Dr. Sukamdi, M.Sc.; Dr. Abdur Rofi, M.Si.
2020 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANKontribusi sektor pertanian semakin merosot dalam perekonomian nasional meskipun masih menjadi sumber kehidupan yang penting bagi sebagian besar rumah tangga di Indonesia. Upaya pemerintah dalam meningkatkan kembali vitalitas dan kinerja sektor pertanian telah dilakukan. Fenomena meningkatnya rata-rata umur petani atau penuaan petani menjadi salah satu masalah dalam meningkatkan kembali vitalitas dan kinerja sektor pertanian. Penurunan jumlah petani berusia muda menjadi persoalan bagi keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik individu, sosial ekonomi rumah tangga pemuda yang bekerja pada sektor pertanian dan sebarannya di Indonesia. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi penyerapan pemuda pada sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan data Sakernas Agustus 2018. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif dan multilevel logistik biner. Penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik pemuda yang bekerja pada sektor pertanian didominasi oleh pemuda pada kelompok umur 15-19 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan rendah, dan berstatus kawin/cerai. Karakteristik sosial ekonomi rumah tangga didominasi oleh rumah tangga dengan pendidikan kepala rumah tangga yang rendah, bekerja di sektor pertanian, jabatan pekerjaan sebagai blue collar, berada di daerah perdesaan dan memiliki jumlah anggota rumah tangga rata-rata 4 orang ke bawah. Sebaran pemuda yang bekerja pada sektor pertanian bervariasi antar provinsi di Indonesia. Penyerapan tenaga kerja pemuda pada sektor pertanian dipengaruhi oleh faktor individu, faktor sosial ekonomi rumah tangga dan faktor kontekstual wilayah. Faktor individu yang berpengaruh adalah jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan dan umur pemuda. Faktor sosial ekonomi rumah tangga yang berpengaruh adalah tingkat pendidikan kepala rumah tangga, lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga, jabatan pekerjaan utama kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga dan klasifikasi lokasi tempat tinggal. Faktor kontekstual wilayah yang berpengaruh adalah elastisitas sektor pertanian, PDRB per kapita, tingkat kemiskinan dan persentase luas lahan pertanian.
The contribution of the agricultural sector has increasingly declined in the national economy although it is still an important source of life for most households in Indonesia. Government efforts to improve the vitality and performance of the agricultural sector have been carried out. The phenomenon of increasing the average age of farmers or aging farmers becomes one of the problems in increasing the vitality and performance of the agricultural sector. The decline in the number of young farmers is a problem for the sustainability of the agricultural sector in the future. This study aims to examine the individual, socioeconomic characteristics of young households working in the agricultural sector and their distribution in Indonesia. In addition this study also aims to analyze the factors that influence youth participation in the agricultural sector. This study uses August 2018 Sakernas data. The analysis was carried out using descriptive analysis and multilevel binary logistics. This study shows that the characteristics of youth who work in the agricultural sector are dominated by youth in the age group of 15-19 years, male sex, poorly educated, and married/divorced status. Households' socioeconomic characteristics are dominated by households with low head of education, work in the agricultural sector, blue collar occupations, are in rural areas and have an average household membership of 4 people and below. The distribution of youth working in the agricultural sector varies between provinces in Indonesia. Youth labor participation in the agricultural sector is influenced by individual factors, household socioeconomic factors and regional contextual factors. Individual factors that influence are sex, marital status, education level and youth age. Household socioeconomic factors that influence are the level of education of the head of the household, the main occupation of the head of the household, the main occupation of the head of the household, the number of household members and the classification of the location of residence. Regional contextual factors that influence are agricultural sector elasticity, GRDP per capita, poverty level and percentage of agricultural land area.
Kata Kunci : pemuda, sektor pertanian, penuaan petani, analisis multilevel, logistik biner.