Laporkan Masalah

Pengaruh Predicted Intermittent White dan Pink Noise terhadap Denyut Jantung dan Performa Pengerjaan Kraepelin Test

ARIS OKTA PINEM, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Pada era globalisasi seperti saat ini, persaingan industri semakin cepat dan ketat. Sejak munculnya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), pekerja dituntut untuk meningkatkan performa kerja mereka. Untuk mencapai performa kerja yang baik maka dibutuhkan lingkungan kerja yang kondusif. Salah satu indikasi lingkungan kerja kondusif adalah kebisingan yang terkontrol. Kebisingan yang tidak terkontrol dapat menurunkan performa kerja dan mempengaruhi kesehatan pekerja, contohnya kenaikan denyut jantung. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kebisingan terhadap denyut jantung dan performa kecepatan, ketelitian, kestabilan dan ketahanan. Penelitian ini menggunakan responden sebanyak 30 orang mahasiswa Teknik Industri Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Jenis kebisingan yang digunakan adalah Predicted Intermittent White dan Pink Noise. Variabel kebisingan dibagi menjadi tiga level, yaitu 56-65 dB, 66-75 dB, 76-85 dB. Setiap responden akan melakukan tujuh perlakuan, termasuk satu perlakuan kontrol. Responden akan diukur denyut jantungnya sebelum dan sesudah eksperimen. Untuk mengetahui pengaruh kebisingan dengan kecepatan, ketelitian, kestabilan, dan ketahanan, responden diberikan soal Kraepelin Test yang dikerjakan dalam setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan denyut jantung hanya dipengaruhi oleh intensitas kebisingan. Denyut jantung pada intensitas 55-65 dB dan 66-75 dB menurun dibandingkan kondisi kontrol. Denyut jantung paling tinggi berapa pada intensitas 76-85 dB. Performa kecepatan, kestabilan, dan ketahanan, dipengaruhi oleh intensitas dan jenis warna berbeda dengan ketahanan hanya dipengaruhi intensitas. Performa kecepatan tertinggi pada intensitas 56-75 dB untuk kedua jenis noise. Performa ketelitian kerja tertinggi pada intensitas 66-75dB saat terpapar Predicted Intermittent White Noise sedangkan tertinggi pada intensitas 56-65 dB saat terpapar Predicted Intermittent Pink Noise. Kestabilan kerja tertinggi pada intensitas 56-65 dB saat terpapar Predicted Intermittent White Noise sedangkan tertinggi 76-85dB saat terpapar Predicted Intermittent Pink Noise. Ketahanan kerja tertinggi pada saat kondisi kontrol 50-55dB saat terpapar Predicted Intermitentt White dan Pink Noise.

The result shows that only level of noise which can influence respondents' heart rate. The performance of speed, accuracy, and rhythm, influenced by level and type of noise only endurance except durability influence by level of noise. Highest average speed score happens at 56-65 dB of Predicted Intermittent White and Pink Noise. Highest average accuracy score happens at 66-75 dB of Predicted Intermittent Pink and 56-65 dB of Predicted Intermittent Pink Noise. Highest average rhythm score happens at 56-65 dB of Predicted Intermittent White Noise and 76-85 dB of Predicted Intermittent Pink Noise. Highest average endurance score happens at 50-55 dB of Predicted Intermittent White and Pink Noise.

Kata Kunci : Noise, Heart Rate, Kraepelin Test, Speed, Accuracy, Rhythm, Endurance

  1. ABSTRACT.pdf  
  2. BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S1-2020-329842-ABSTRACT.pdf  
  4. S1-2020-329842-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  5. S1-2020-329842-TABLEOFCONTENT.pdf  
  6. S1-2020-329842-TITLE.pdf  
  7. TABLEOFCONTENT.pdf  
  8. TITLE.pdf