Sikap Membangun Ketahanan Keluarga Sebagaiu Mediator Antara Persepsi Tentang Program Saemaul Undong dengan Ketahanan Keluarga di Desa Binaan Saemaul Undong Kabupaten Gunung Kidul
NURMEY NURULCHAQ, Dr. Budi Andayani, MA., Psikolog
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIKetahanan keluarga berkaitan dengan kemampuan keluarga untuk berfungsi dengan baik, mampu menjadikan keluarga lebih tangguh dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki. Salah satu program yang bertujuan untuk membangun ketahanan keluarga adalah Program Saemaul Undong yang merupakan program kerja sama Pemerintah Propinsi Gyeongsangbuk Do Korea dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta., di bawah pengawasan Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sikap membangun ketahanan keluarga dapat menjadi mediator antara persepsi terhadap program Saemaul Undong dengan ketahanan keluarga di desa binaan Saemaul Undong, Kabupaten Gunung Kidul ini. Desain penelitian menggunakan metode survey dengan jumlah partisipan sebanyak 218 ibu-ibu warga Desa Ponjong dan Desa Bleberan yang terlibat dan pernah mengikuti program Saemaul Undong, memiliki anak dan tinggal serumah dengan pasangan dan anaknya. Pengambilan data menggunakan skala ketahanan keluarga yang dikembangkan oleh Center for Public Mental Health, Fakultas Psikologi UGM dan skala persepsi tentang program saemaul undong serta skala sikap membangun ketahanan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap membangun ketahanan keluarga mampu berperan sebagai mediator antara persepsi tentang Saemaul Undong dengan ketahanan keluarga. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa pengaruh persepsi tentang Saemaul Undong dengan sikap membangun ketahanan keluarga adalah signifikan dengan koefisien sebesar 0,321, p = 0.000 (p<0.05). Demikian juga dengan hasil analisis juga menunjukkan adanya pengaruh yang siginifikan antara sikap membangun ketahanan keluarga terhadap ketahanan keluarga dengan koefisien sebesar 0.281, p= 0.000 (p<0.05). Sedangkan untuk hasil analisis pengaruh langsung (direct effect) terbukti tidak signifikan, artinya bahwa Program Saemaul Undong tidak secara langsung mempengaruhi Ketahanan Keluarga, tetapi harus ada sikap membangun ketahanan keluarga sebagai mediatornya, dimana peserta program memiliki sikap membangun ketahanan keluarga. Oleh karena itu, agenda kegiatan program SU disarankan sejalan dan sinergi dengan program pembangunan keluarga.
Family strength is related to the ability of the family to function properly, able to make the family more resilient by utilizing the strengths it has. One program that aims to build family strength is the Saemaul Undong Program which is a collaborative program of the Government of the Gyeongsangbuk Do Korea Province with the Yogyakarta Special Region Government, under the supervision of the Saemaul Indonesia Globalization Foundation (YGSI). This study was conducted to determine whether the attitude of building family strength can be a mediator between the perception of the Saemaul Undong program and family strength in the village of Saemaul Undong, Gunung Kidul Regency. The study design used a survey method with a total of 218 participants from Ponjong and Bleberan Villages who were involved and had participated in the Saemaul Undong program, had children and lived in the same house as their spouses and children. Data collection uses family strength scale developed by the Center for Public Mental Health, Faculty of Psychology UGM and the perception scale of the Saemaul undong program and the attitude scale to build family strength. The results showed that the attitude of building family strength was able to act as a mediator between perceptions about Saemaul Undong with family strength. Based on the analysis, it is known that the influence of perception about Saemaul Undong with an attitude to build family strength is significant with a coefficient of 0.321, p = 0.000 (p <0.05). Likewise, the results of the analysis also showed a significant influence between attitudes to build family strength towards family strength with a coefficient of 0.281, p = 0.000 (p <0.05). Whereas the results of the direct effect analysis proved to be insignificant, meaning that the Saemaul Undong Program did not directly affect Family strength, but there had to be an attitude of building family strength as its mediator, where program participants had an attitude of building family strength. Therefore, the agenda of SU program activities is suggested to be in line with and synergy with the family strength development program
Kata Kunci : Ketahanan keluarga, Program Saemaul Undong