Laporkan Masalah

Peran status perkawinan poligami dan monogami orang tua terhadap harga diri, koping dan depresi

WIDYASTUTI, Dr. Johana E. Prawitasari

2002 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran status perkawinan poligami dan monogami orangtua terhadap harga diri, koping dan depresi pada remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja suku Bugis yang merupakan siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Watampone sejumlah 89 orang siswa (21 siswa dari keluarga poligami dan 68 siswa dari keluarga monogami). Alat ukur yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah skala harga diri dari Coopersmith, skala koping dari Folkman dan Lazarus dan skala depresi dari Beck yang masing-masing telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data penelitian mempergunakan analisis multivariat untuk mengetahui pengaruh status perni kahan orangtua terhadap harga diri, koping dan depresi. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya pengaruh status perkawinan orangtua terhadap harga diri, koping dan depresi pada remaja. 1. Remaja dengan orangtua poligami memililu rerata harga diri (M = 49.7619, SD = 7.4626) yang lebih rendah dibandingkan remaja dengan orangtua monogami (M = 54.91 18, SD = 9.3326). 2. Rerata koping remaja dengan orangtua poligami (M = 80.5714, SD = 6.071) lebih tinggi dibandingkan remaja dengan orangtua monogami (M = 69.2206, SD = 8.4073). 3. Rerata depresi remaja dengan orangtua poligami (M = 11.3810, SD = 1.6272) lebih tinggi bila dibandingkan remaja yang memiliki orangtua monogami (M = 6.4706, SD = 2.2492). Berdasarkan analisis kualitatif dapat disimpulkan bahwa yang lebih menentukan harga diri, kopilig dan depresi remaja adalah interaksi yang terjadi dalarn keluarga, yaitu perlakuan orangtua terhadap anak-anaknya serta hubungan yang terjadi antar anggota keluarga.

The aim of this research is to find out the role of parent’s poligamy and monogamy marital status on self esteem, coping and depression of Buginese adolescents. Subjects of this research were 89 students of Madrasah Aliyah Negeri 2 Watampone (21 subjects fiom polygamy’s family and 68 subjects from monogami’s family). The inventory used in this research were adapted from the Self Esteem Inventory by Coopersmith, the Ways of Coping Scale by Folkman and Lazarus, and the Beck Depression Inventory from Beck. Multivariate analysis was used to find out the role of parent’s marital status of polygamy or monogamy on self esteem, coping and depression of Buginese adolescents. The result showed that there was a significant role of parent’s marital status on self esteem, coping and depression. Adolescents from monogamy’s family (Mean = 54.91 18, SD = 9.3326) had a higher self esteem than adolescents from polygamy’s family (Mean = 49.7619, SD = 7.4626). Adolescents from polygamy’s family (Mean = 8.05714, SD = 6.0710) had a higher coping than adolescents from monogamy’s family (Mean = 69.2206, SD = 8.4073). Adolescents from polygamy’s family (Mean = 11.3810, SD = 1.6272) also had a higher depression than adolescents from monogamy’s family (Mean = 6.4706, SD - 2.2492). Although the present study investigated the role of parent’s marital status on self esteem, coping and depression, qualitative analysis showed that it might be a family interaction that created problems for children.

Kata Kunci : Harga Diri,Perkawinan Poligami dan Monogami,Depresi dan Koping,Status Perkawinan, Poligamy, Monogamy, Self Esteem, Coping, Depression


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.