Tanda Awamakna dalam tiga roman karangan Iwan SImatupang
MADIYANT, Muslikh, Dr. Faruk
2002 | Tesis | S2 SastraTelaah fenomena-fenomena puitik non-empiris (intensionalitas puitik), yang menjadi objek penelitian ini, pada trilogi Zmurul? (Ziuruh, Merulznyu Meruh, dan Kermng) karangan Iwan Simatupang adalah suatu upaya menemukan majas-majas pikiran @gures of mind) sebagai tanda-tanda sejati dari suatu penyamaran ungkapanungkapan yang dengan sengaja menyembunyikan kaidah atau sistem tertentu. Adapun sistem yang tersembunyikan tersebut adalah elaborasi awamakna (negation) pemikiran sebagai suatu tindakan. Pada trilogi Ziuruk, fenomena awamakna tersebut diungkapkan dalam pluralitas dunia mundunus, cinta, tiada (nothingness), dan maut. Penyebutan fenomena awamakna itu dilatari bukti-bukti bahwa Iwan Simatupang ingin mengkomunikasikan tanda awamakna sebagai makna yang berproses kehilangan maknanya. Analisis demikian, dalam tesis ini, dicapai melalui teori imajinasi material bachalerdian dengan mengedepankan arketipe-arketipe ketaksadaraan yang didasari pada satu pemahaman puitik: teks adalah akar kesadaran pengarang. Untuk menemukan akar kesadaran pengarang tersebut, perlu dilakukan klasifikasi skema tanda-tanda puitik dan spesifitas sastranya. Tanda-tanda puitik pada skala spesifitasnya menemukan esensinya dalam tanda-tanda seni
Analysis on the non-empirical poetical qhenomena in the triloby of Ziurdz including Zmwh, Merulznyu k!erul? and K ~ i n gwr itten by Iwan Simatupang is an attempt to reveal figures of mind as thc true signs of disguised expressions elaborately hiding particular systems or formulas. The hidden system; was an elaboration of negation thclughts as an act. In Ziurulz trilogy, negation phenomena was expressed in the plurality of mundane worlds, love, nothingness, and death. The mention of these phenomena was proved by the fact that Iwan Simatupang purported to communicate negation signs as a meaning that processes to lose its meaning. In this thesis, such an analysis was produced through bachalerdian material imagination theory by highlighting unconscious archetypes based on the poetical understanding, namely text is the root of the writer’s consciousness. To examine the root, a classification on the scheme of poetical signs and literary idiosyncresis was made. The poetical signs on the specification scale reached the essence in the art codes.
Kata Kunci : Karya Sastra Indonesia,Sastra Indonesia,Iwan Simatupang