Laporkan Masalah

KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL REKONFIGURASI PENYULANG PAGERAGEUNG � INDIHIANG DENGAN METODE PECAH BEBAN DI PT PLN (PERSERO) UP3 TASIKMALAYA

GINANJAR SETIA P, Ir. Y. Wahyo Setiyono, M.T.

2020 | Tugas Akhir | D3 TEKNOLOGI LISTRIK

Kebutuhan manusia zaman sekarang tidak akan terlepas dari energi listrik. Energi listrik telah mengubah taraf hidup manusia menjadi lebih baik. Energi listrik digunakan oleh manusia dalam segala hal. Namun apabila pengguna energi listrik terlalu besar, maka akan berdampak kepada keandalan jaringannya, dan mengakibatkan kerugian finansial. Untuk itu diperlukan upaya perbaikan seperti rekonfigurasi jaringan listrik agar meningkatkan keandalan dan meminimalkan kerugian yang terjadi. Rekonfigurasi penyulang Pagerageung (PGAG) � Indihiang (INDI) ini direncanakan agar bisa meningkatkan keandalan. Rekonfigurasi ini menggunakan metode pecah beban dengan disimulasikan pada aplikasi ETAP 12.6. Setelah dilakukan simulasi pecah beban, keandalan meningkat karena berhasil mengurangi aliran daya lebih dari 50 A, mengurangi susut distribusi, dan meraup keuntungan sebesar Rp. 456 juta. Maka dari itu, rekonfigurasi ini layak secara teknis dan finansial untuk dikerjakan dan menjadi bagian dari perencanaan kebutuhan listrik pada Master Plan Sistem Distribusi.

Today's human needs can�t be separated from electrical energy. Electrical energy has changed the standard of human life to be better. Electrical energy is used by humans in everything. However, if the user of electrical energy is too large, it will have an impact on the reliability of the network, and result in financial losses. For this reason, improvements are needed such as reconfiguring the electricity network to increase reliability and minimize losses. The reconfiguration of the Pagerageung (PGAG) � Indihiang (INDI) feeder is planned to increase reliability. This reconfiguration uses the load burst method simulated in the ETAP 12.6 application. After a load burst simulation, reliability increased because it succeeded in reducing the power flow by more than 50 A, reducing distribution losses, and making a profit of Rp. 456 million. Therefore, this reconfiguration is technically and financially feasible to work on and is part of the electricity demand planning in the Distribution System Master Plan.

Kata Kunci : master plan sistem distribusi, pecah beban, rekonfigurasi, susut distribusi.