Laporkan Masalah

PENGARUH PENDIDIKAN IBU TERHADAP PREVALENSI ANAK STUNTING DI INDONESIA

PUTRI NURUL KHASANAH, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMI

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai memasukkan berbagai upaya pencegahan stunting ke dalam program prioritas pemerintah. Sayangnya, belum terdapat kebijakan spesifik yang menyasar ke pendidikan calon Ibu. Penelitian yang menganalisis hubungan antara pendidikan ibu dan stunting juga masih sangat terbatas di Indonesia. Di sisi lain, belum banyak penelitian yang menggunakan sampel selain anak di bawah lima tahun (balita) dalam analisis stunting. Berangkat dari alasan tersebut, penelitian ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang 4 dan 5 untuk menganalisis pengaruh level pendidikan ibu terhadap probabilitas anak stunting usia 2 hingga 17 tahun menggunakan metode instrumental variabel dengan variabel instrumen, yaitu pendidikan kakek. Peningkatan pendidikan ibu terbukti secara statistik dan konsisten mengurangi probabilitas anak terkena stunting baik pada model Ordinary Least Square (OLS) maupun Two Stage Least Square (2SLS). Anak yang memiliki ibu dengan pendidikan lebih tinggi 1 tahun, memiliki probabilitas stunting yang lebih rendah sebanyak 0,08 kali. Selain itu, peningkatan 1 tahun pendidikan ibu juga terbukti meningkatkan nilai HAZ anak sebesar 0,12 poin. Selain itu, dibutuhkan pendidikan ibu setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk mulai berkontribusi mengurangi kemungkinan stunting pada keluarga miskin.

Indonesia in recent years began to include various efforts to prevent stunting in the government's priority programs. Unfortunately, there are no specific policies targeting the education of future mothers. Research analyzing the relationship between maternal education and child stunting is still very limited in Indonesia. On the other hand, very limited studies have used samples other than children under five (toddlers) in stunting regression. Departing from these reasons, this study uses data from Indonesian Family Life Survey (IFLS) waves 4 and 5 to analyze the influence of maternal schooling on the stunting probability of children aged 2 to 17 years using the instrumental variable method with instrument variables, namely grandfather education. Higher maternal schooling is statistically proven and consistently reduces the probability of a child being stunted in both the Ordinary Least Square (OLS) and Two-Stage Least Square (2SLS) models. Children who have a mother with a year higher education, have a lower probability of stunting by 8 percent. In addition, an increase in 1 year of mother's education was also proven to increase the HAZ value of children by 0,12. For poor families, maternal education equivalent to Junior High Schools is be able to reduce the possibility of stunting.

Kata Kunci : Fungsi Produksi Kesehatan Anak, Height for Age (HAZ), Stunting, Pendidikan Ibu, Instrumental Variable

  1. S1-2020-397133-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397133-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397133-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2020-397133-title.pdf