Prosedur Pengeluaran Domestik Lovebird (Agapornis sp.) Melalui Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta Wilayah Kerja Bandara Internasional Adisutjipto Periode 2019
MUHAMMAD ARIF N, drh. Risa Ummami, M.Sc.
2020 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWANBanyaknya peminat burung hias serta harga burung hias yang semakin tinggi membuat usaha dibidang penangkaran burung hias banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Burung hias yang banyak ditangkarkan oleh peternak yaitu lovebird. Jenis burung ini dipilih karena tidak mudah stres, mudah beradaptasi, mudah berkembang biak, dan harganya cukup tinggi. Lovebird merupakan salah satu media pembawa hama dan penyakit hewan karantina. Penyakit zoonosis yang sering menyerang lovebird ialah Avian Influenza. Upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah mengenai penyebaran penyakit AI di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu dengan membentuk Balai Karantina Pertanian. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui alur pengeluaran domestik burung lovebird ke antar area di wilayah NKRI melalui BKP Kelas II Yogyakarta wilayah kerja Bandara Internasional Adisutjipto. Prosedur pengeluaran domestik dilaksanakan dengan pemeriksaan dokumen, fisik, laboratorium, dan diakhiri dengan tindakan pembebasan dengan terbitnya sertifikat kesehatan hewan. Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta wilayah kerja Bandara Internasional Adisutjipto pada periode tahun 2019 melakukan pengiriman domestik burung lovebird ke antar area di wilayah NKRI sebanyak 41.619 ekor.
The increasing of ornamental birds enthusiasts and price have made ornamental birds business much popular among Indonesians. Ornamental birds that is widely bred by breeders are the lovebirds. This kind of birds are chosen because they doesn't get stressed easily, they're adaptive, easy to breed, and their hight price. Lovebirds are carrier medium of quarantine animal pests and diseases. Zoonosis disease that often invade lovebirds is the Avian Influenza. An effort by government to prevent the spreading of AI in Negara Kesatuan Republik Indonesia is by establishing Agricultural Quarantine Center. The purpose of this thesis was to determine the flow of lovebirds domestic expenditure to inter-area in NKRI through BKP Class II Yogyakarta, the working area of Adisutjipto International Airport. Domestic expenditure procedure was carried out by examining documents, physical, laboratory, and ended with act of release with the issuance of animal health certificate. Agricultural Quarantine Center Class II Yogyakarta working area of Adisutjipto International Airport in the period of 2019 conducted domestic deliveries of lovebirds to inter-area in NKRI as many as 41.619 lovebirds.
Kata Kunci : lovebird, pengeluaran domestik, media pembawa hama penyakit hewan karantina, Avian Influenza, Balai Karantina Pertanian, lovebird, domestic expenditure, carrier medium of quarantine animal pests and diseases, The Agricultural Quarantine Center