Laporkan Masalah

Profil Hematologi Sebelum dan Saat Estrus pada Sinkronisasi Kambing Peranakan Etawa (PE)

TEGUH KACONG F, drh. Naela Wanda Yusria Dalimunthe, M.Sc.

2020 | Tugas Akhir | D3 KESEHATAN HEWAN

Sektor peternakan merupakan salah satu industri yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu kambing. Banyak terobosan baru yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ternak di Indonesia salah satunya adalah sinkronisasi estrus. Sinkronisasi estrus dilakukan untuk memperpendek dan menyeragamkan siklus estrus pada suatu populasi sehingga diperoleh indukan yang siap untuk dikawinkan dan mudah dalam managemen pemeliharaannya. Kondisi fisiologis induk sangat mempengaruhi keberhasilan saat proses perkawinan. Profil darah dapat dijadikan parameter perubahan kondisi fisiologis induk pada saat estrus. Penelitian ini menggunakan 10 sampel kambing betina umur 2-3 tahun yang diberikan perlakuan sinkronisasi estrus dengan spon progesteron. Pengambilan darah dilakukan di awal sebelum dilakukan sinkronisasi estrus dengan tujuan mengetahui kondisi fisiologis awal dan digunakan sebagai pembanding. Pengamatan estrus dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi, siang dan sore. Kambing yang menunjukkan gejala estrus, dalam waktu 6-12 jam dilakukan pengambilan darah dan dilakukan pemeriksaan hematologi darah, yang kemudian hasil dianalisis menggunakan analisis uji statistik parametrik independent sample T-test. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya perubahan signifikan (p < 0.05) pada kadar Total Protein Plasma (TPP) yaitu 4,40±0,33 g/dl pada saat sebelum estrus dan mengalami peningkatan menjadi 4,90±0,64 g/dl saat estrus. Parameter darah seperti eritrosit, leukosit, hemoglobin dan lain-lain tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

The livestock sector is one of the industries most in demand by Indonesian people, one of which is the goat. Many new breakthroughs have been made to increase livestock production in Indonesia, one of which is estrus synchronization. Estrus synchronization is done to shorten and homogenize the estrous cycle in a population so that brooders are ready to be mated and easy to manage. The physiological condition of the parent greatly influences the success during the breeding process. The blood profile can be used as a parameter for changes in the physiological condition of the ram during estrus. This study used 10 samples of 2-3 year-old female goats treated with estrus synchronization with a progesterone sponge. Blood sampling is performed at the beginning before synchronizing estrous with the aim of knowing the initial physiological condition and is used as a comparison. Estrus observations are carried out three times a day, morning, afternoon and evening. The goat, which shows the symptoms of estrus, takes 6-12 hours to draw blood and a blood hematology examination, the results of which are analyzed using the parametric statistical analysis of the independent sample T-test. The results obtained showed a significant change (p <0.05) in the level of Total Plasma Protein (TPP), which was 4.40 ± 0.33 g / dl at the time before estrus and increased to 4.90 ± 0.64 g / dl during estrus. Blood parameters such as erythrocytes, leukocytes, hemoglobin and others do not show any significant changes.

Kata Kunci : Estrus, profil darah, kambing peranakan etawa, sinkronisasi estrus

  1. D3-2020-410935-abstract.pdf  
  2. D3-2020-410935-bibliography.pdf  
  3. D3-2020-410935-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2020-410935-title.pdf