Kajian Perikanan Budidaya di Kabupaten Bantul
HASNA' NUHANISA R, Rina Oktavia, SE., ME
2020 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPANPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kondisi faktual perikanan budidaya di Kabupaten Bantul; 2) mengidentifikasi komoditi unggulan yang ada di Kabupaten Bantul; dan 3) mengetahui upaya yang dilakukan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul dalam peningkatan produksi perikanan budidaya. Teknik pengumpulan data dengan melalui wawancara dan studi literature. Teknik analisis data yang digunakan adalah Porter's Diamond, Location Quotient, Shift Share, dan Klassen Typology. Berdasarkan identifikasi kondisi faktual dengan menggunakan Porter's Diamond dapat disimpulkan bahwa kondisi perikanan budidaya di Kabupaten Bantul masih memiliki daya saing masih rendah karena masih terkendala pada beberapa komponen yakni komponen kondisi faktor serta industri terkait dan pendukung. Adanya peran pemerintah dan kesempatan dapat mendukung produksi perikanan budidaya di Kabupaten Bantul. Komoditas unggulan pertama perikanan budidaya di Kabupaten Bantul adalah Patin, lalu Gurame, Lele, Mas dan Udang Vannamei. Upaya yang telah dilakukan DPPKP adalah dengan kegiatan peningkatan sarana prasarana perikanan budidaya, peningkatan kapasitas usaha dan lembaga perikanan, dan peningkatan pengelolaan UPTD Balai Benih Ikan. Secara garis besar, target kinerja pada tiga kegiatan tersebut telah tercapai 100 persen. Sementara strategi peningkatan produksi perikanan pada tahun 2020 melalui kegiatan peningkatan kapasitas perikanan budidaya, peningkatan kapasitas usaha dan kelembagaan perikanan, dan peningkatan kapasitas UPTD Balai Budidaya Ikan
The purpose of this research are 1) to identify the factual conditions of aquaculture in Bantul Regency; 2) to identify leading commodity of aquaculture in Bantul Regency; and to identify the efforts of Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul to increasing aquaculture production in Bantul Regency. The data collection techniques are interviews and literature studies. The method of analysis are Porter's Diamond, Location Quotient, Shift Share, and Klassen Typology. The Porter's Diamond factual condition identification concludes that the component of factors condition as well as the component of related and supporting industries are still lacking in competitiveness. The development of aquaculture sector in Bantul Regency can be supported by the local government and wider opportunity. The main commodities of aquaculture in Bantul Regency are Patin, then Gurame, Lele, Mas and Vannamei shrimp. Efforts carried out by of Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul are improving aquaculture infrastructure activity, increasing business capacity and fishreries institutions activity, and improving management of UPTD Balai Budidaya Ikan activity. The performance target of three activities has been reached 100 percent. The institution's strategies to increase aquaculture production in 2020 are increasing the capacity of aquaculture activity, increasing capacity of business and institutional activity, and increasing the capacity of UPTD Balai Budidaya Ikan.
Kata Kunci : Bantul, Budidaya, Location Quotient, Porter's Diamond, Shift Share, dan Klassen Typology.