Laporkan Masalah

Pengaruh Moderasi Perilaku Kepemimpinan Transformasional yang Diterapkan oleh Top Management terhadap Hubungan antara Orientasi Kewirausahaan dan Kinerja UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta

ADHITA PUTRA P, Rangga Almahendra, Dr., S.T., M.M.

2020 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

Adanya kesepakatan di dalam literatur yang menyatakan bahwa orientasi kewirausahaan dapat menghasilkan kinerja menguntungkan apabila dikaitkan dengan faktor-faktor kontekstual, membuat para peneliti mulai memoderasi hubungan kedua variabel ini dengan faktor-faktor kontekstual dari internal maupun eksternal perusahaan. Penelitian ini menguji enam aspek perilaku kepemimpinan transformasional, sebagai faktor kontekstual yang berasal dari internal perusahaan untuk memoderasi hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja perusahaan. Model yang diturunkan dari teori tersebut diuji dengan menggunakan data survey yang diambil dari 80 UMKM yang tersebar di tiga kabupaten. Lima dari enam aspek perilaku kepemimpinan transformasional (artikulasi visi, keteladanan yang baik, penerimaan tujuan kelompok, ekspektasi tinggi, dan stimulasi intelektual) secara individu berhasil memperkuat hubungan antara orientasi kewirausahaan dan kinerja perusahaan. Adapun, implementasi serentak dari keenam aspek perilaku kepemimpinan transformasional justru tidak berhasil memperkuat hubungan kedua variabel tersebut. Ketidakberhasilan tersebutlah yang justru berhasil mengungkap sisi gelap dari perilaku kepemimpinan transformasional.

An agreement in past literature shown that Entrepreneurial Orientation can produce beneficial performance when it associated with contextual factors. This research examines six aspecs of transformational leadership behavior not only as contextual factors but also as moderator in Entrepreneurial Orientation-performance relationship. The theoretically derived model is tested using survey data obtained from 80 small and medium enteprises in three districts. Five out of six aspects (articulating a vision, providing appropriate role model, facilitating acceptance of group goals, high expectations, and offering intelectual stimulation) are individually succeed in strenghtening EO-performance relationship. Meanwhile, the simultaneous implementation of the six aspects are failed in strengthening the relationship between two variables. It was this failure that succeed in uncovering the dark side of transaformational leadership behavior.

Kata Kunci : orientasi kewirausahaan, perilaku kepemimpinan transformasional, kinerja perusahaan, UMKM

  1. S1-2014-366499-bibliography.pdf  
  2. S1-2020-366499-abstract.pdf  
  3. S1-2020-366499-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-366499-title.pdf