Koordinasi Lintas Sektor Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Bencana Kegagalan Teknologi Nuklir Di Yogyakarta
ANJASMORO KURNIA ADI, Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc.; Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si.; Dr. Ir. Sri Nuryani Hidayah Utami, MP., M.Sc.; Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2020 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN BENCANAPengoperasian Reaktor Kartini yang berada di Kawasan Nuklir Yogyakarta (KNY), memiliki potensi ancaman bencana akibat kegagalan teknologi. Oleh karena itu, program kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir pada tingkat kawasan maupun lepas kawasan perlu secara berkala di selenggarakan oleh PSTA Batan (Pusat Sains dan Teknologi Akselerator) selaku pemilik kawasan, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai pihak perespons awal kedaruratan. Dalam rangka mewujudkan optimalnya pencapaian tugas dimaksud, koordinasi lintas sektoral menjadi penting untuk senantiasa dilakukan oleh para pihak yang berkepentingan, secara efektif dan efisien. Sebagai salah satu instansi perespons awal kedaruratan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Yogyakarta menjalin koordinasi berkelanjutan dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sleman serta PSTA dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program kesiapsiagaan dan penanggulangan kedaruratan nuklir. Selain untuk mengkaji jenis ancaman yang berpotensi menimbulkan kedaruratan nuklir di KNY dan sekitarnya, penelitian ini bertujuan menganalisis upaya kesiapsiagaan PSTA, BPBD Sleman serta Kantor SAR Yogyakarta. Penelitian ini juga ditujukan untuk mengkaji koordinasi yang dilakukan antara PSTA-BPBD Sleman-Kantor SAR Yogyakarta serta koordinasi PSTA dengan masyarakat disekitar KNY. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta in-depth interview terhadap beberapa narasumber yang terdiri dari pejabat dan staf PSTA, masyarakat disekitar KNY (pedukuhan tambakbayan), Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman serta Kepala Subseksi Operasi Kantor SAR Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini adalah kejadian eksternal dan faktor ulah manusia atau kombinasi dari keduanya yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kedaruratan nuklir terparah. Upaya kesiapsiagaan dari para pihak berkepentingan sudah dilaksanakan pada masing-masing internal organisasi secara rutin dan disiplin sesuai SOP, serta koordinasi lintas sektor yang sudah terjalin antar pemangku kepentingan dalam konteks mendukung peningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan kedaruratan nuklir di KNY dan sekitarnya.
Kartini Reactor located in the Yogyakarta Nuclear Area (KNY), has the potential threats for disaster due to technological failure. Therefore, PSTA Batan (National Science and Technology Accelerator Center of the National Nuclear Energy Agency) as the owner of the area need continuously to have implemented the nuclear emergency preparedness and mitigation program at the regional and off-area level, by involving the relevant agencies as the first responder to the emergency. To achieve the goals, the said agencies should have effective and efficient cross-sectoral coordination. As one of the first responders, the Yogyakarta Search and Rescue Office (SAR Office) maintains ongoing coordination with the Sleman Regional Disaster Management Agency (BPBD) and PSTA in supporting the implementation of nuclear emergency preparedness and response programs. This study aims to examine the types of threats that have the potential to cause nuclear emergencies, assess PSTA preparedness efforts, BPBD Sleman, Yogyakarta SAR Office, and examine the coordination conducted by PSTA-BPBD Sleman-Yogyakarta SAR Office as well as PSTA coordination with the communities around KNY. The research method used was qualitative research through field observations, documentation, as well as in-depth interviews of several speakers consisting of PSTA officials and staff, the community around KNY (Tambakbayan hamlet), Head of Emergency and Logistics Division of BPBD Sleman and the Head of Operations Subsection Yogyakarta SAR Office. The results of this study are external events and human activity factors or a combination of the two that could potentially be the cause of the worst nuclear emergency. Relevant agencies have been implemented the preparedness effort in their respective organization continuously and discipline according to the SOP, cross-sectoral coordination also has been established between stakeholders to enhance the preparedness in handling the nuclear emergencies in the KNY and surrounding areas.
Kata Kunci : Koordinasi Lintas Sektor, Potensi Ancaman Bencana, Kegagalan Teknologi, Kesiapsiagaan, Kedaruratan Nuklir