Laporkan Masalah

Peran Olahraga Sebagai Alat Bina Damai di Afrika Selatan

REFANDRA FATURRIZKI, Ayu Diasti Rahmawati

2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Konflik berkepanjangan ketika era apartheid di Afrika Selatan sejatinya memang telah berakhir pada tahun 1991, namun berakhirnya konflik tersebut tidak semata-mata mengakhiri sentimen rasial yang masih ada karena masih ditemukan beberapa sentimen-sentimen rasial antar kelompok ras yang ada di Afrika Selatan. Pasca berakhirnya konflik, berbagai upaya bina damai pun dilakukan untuk menciptkan struktur dan kultur perdamaian di Afrika Selatan. Olahraga kemudian muncul sebagai alat alternatif bina damai di Afrika Selatan melalui simbol yang dibawa dan melalui praktik dalam program yang dilakukan di Afrika Selatan. Olahraga memiliki kemampuan untuk melakukan pendekatan rekonstruksi untuk mengatasi komponen perilaku, melakukan pendekatan rekonsiliasi untuk mengatasi komponen sikap, dan melakukan pendekatan resolusi untuk mengatasi komponen konteks dan kontradiksi.

The protracted conflict during the apartheid era in South Africa did indeed end in 1991, but the end of the conflict did not simply end the existing racial sentiments. Racial sentiments still happened between the racial groups in South Africa. After the end of the conflict, various peace efforts were made to create peace structures and cultures in South Africa. Sport then emerged as an alternative tool for building peace in South Africa through the symbols it carried and through practice in programs conducted in South Africa. Sports have the ability to approach reconstruction approaches to address behavioural components, reconciliations approaches to attitude components, and resolution solutions to address context and contradiction components.

Kata Kunci : apartheid, conflict, peace building, south africa, sports

  1. S1-2020-399301-abstract.pdf  
  2. S1-2020-399301-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-399301-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-399301-title.pdf