Gambaran Koping Religius Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSPAU dr. S. Hardjolukito
FIBRIANA WINDA P, Melyza Perdana, S.Kep., Ns., MS. ;Niken Dharmawati C., S.Kep., Ns., MPH.
2020 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang : Pasien yang menjalani hemodialisis mengalami berbagai masalah pada aspek fisik, sosial, psikis dan finansial. Akibatnya pasien tidak dapat menerima masalah yang dialaminya sehingga menimbulkan stress. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melakukan koping religius. Masyarakat di negara berkembang terutama Indonesia banyak yang melakukan koping religius jika dibandingkan dengan negara maju. Koping ini diklasifikasikan menjadi 2 tipe, yaitu coping religious positive dan coping religious negative. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis koping religius pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSPAU Hardjolukito. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 79 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Brief RCOPE untuk mengetahui jenis koping religius. Hasil : Sebesar 97,5% responden melakukan koping religius positif dengan responden lainnya melakukan koping religius negatif dan penganut aliran kepercayaan. Koping religius positif yang sering dilakukan oleh pasien yang menjalani hemodialisis, antara lain : meminta ampunan atas dosa – dosa yang telah diperbuat, meminta kasih & perlindungan Tuhan, dan berfokus pada agama ketika mengalami masalah, sedangkan koping religius negatif yang responden lakukan antara lain : merasa dihukum Tuhan karena kurang taat, masih mempertanyakan kekuasaan Tuhan, dan ingin mengetahui apakah Tuahn telah meninggalkannya. Kesimpulan : Mayoritas pasien yang menjalani hemodialisis melakukan koping religius positif untuk mengurangi stress akibat perubahan pada berbagai aspek seperti fisik, psikis, finansial dan sosial.
Background: Patients undergoing hemodialysis experience various physical, social, psychological and financial aspects. As a result, patients feel stressed because they can’t accept the problems they are experiencing. One way to overcome this is to do religious coping. Communities in developing countries, especially Indonesia, do a lot of religious coping when compared to developed countries. This coping is classified into 2 types, religious positive coping and religious negative coping. Objectives: To determine the description of the types of religious coping in patients undergoing hemodialysis at Hardjolukito Hospital. Method: This study used a cross sectional design. The sampling method was convenience sampling technique with 79 respondents. The instrument used in this study was the Brief RCOPE to determine the type of religious coping. Results: 97.5% of respondents did positive religious coping while other respondents did negative religious coping and practioner of a certain belief. Positive religious coping often done by patients undergoing hemodialysis, such as: asking forgiveness for sins committed, asking for God's love & protection, and focusing on religion when experiencing problems, while negative religious coping by respondents, such as: feeling punished by God for being disobedient, still questioning God's authority, and wanting to know if God left him. Conclusion: The majority of patients undergoing hemodialysis perform positive religious coping to reduce stress due to changes in various aspects such as physical, psychological, financial and social.
Kata Kunci : hemodialisis, koping religius, penyakit ginjal kronis