Penggunaan Sistem Informasi Geografis dalam Pemetaan Kematian Bayi di Kecamatan Banguntapan Bantul
FITA CAHYANINGSIH, Rita Dian Pratiwi, S.Kep., M.P.H
2020 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANABSTRAK Latar Belakang: Kematian bayi dipengaruhi oleh faktor ibu dan bayi. Kasus kematian bayi tertinggi di Kabupaten Bantul tahun 2018 ditemukan di Kecamatan Banguntapan. Penyajian data kasus kematian bayi belum memanfaatkan SIG. Tujuan: Mendeskripsikan kasus kematian bayi di Kecamatan Banguntapan, Bantul tahun 2018 berdasarkan faktor bayi, ibu, dan kode penyebab kematian serta analisis spasialnya. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 16 kasus untuk faktor bayi dan 15 kasus faktor ibu karena adanya kelahiran kembar. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumentasi dan observasi. Analisis data secara univariat dan spasial menggunakan Quantum GIS 3.10. Hasil: Kasus kematian bayi di Kecamatan Banguntapan tahun 2018 paling banyak ditemukan pada ibu hamil yang berumur lebih dari sama dengan 35 tahun (53,33%), masih bekerja pada saat mengandung (53,33%), memiliki komplikasi kehamilan (80%), dan tidak memiliki komplikasi persalinan (53,33%). Kasus kematian bayi paling banyak dijumpai pada bayi yang lahir saat umur kandungan 37-42 minggu (50%) dan tidak BBLR (56,25%). Kode penyebab kematian yang paling banyak ditemukan adalah kode P21.9 yaitu kode asfiksia perinatal (18,75%). Pola persebaran kematian bayi dan puskesmas di Banguntapan adalah menyebar. Pelayanan puskesmas telah menjangkau seluruh kasus kematian bayi dengan radius 5 km. Kesimpulan: Adanya keterkaitan antar masing-masing faktor ibu dengan kondisi bayi. Sebaiknya dilakukan peningkatan motivasi dan sosialisasi terhadap ibu hamil sesuai dengan faktor risiko.
ABSTRACT Background: Infant mortality is influenced by maternal and infant factors. The highest infant mortality case in Bantul Regency in 2018 was found in the Banguntapan Subdistrict. Presentation of data on infant mortality cases has not yet utilized GIS. Objective: To describe of infant mortality in Banguntapan Subdistrict, Bantul in 2018 based on infant and maternal factors, and the code of cause of death and the spatial analysis. Method: This type of research is a quantitative study with cross sectional design. The study sample consisted of 16 cases for infant factors and 15 cases of maternal factors due to multiple births. Data collection techniques by means of documentation and observation studies. Data analysis was performed using univariate and spatial data analysis using Quantum GIS 3.10. Results: Cases of infant deaths in Banguntapan Subdistrict in 2018 were mostly found in pregnant women aged more than equal to 35 years (53.33%), still working at the time of pregnancy (53.33%), having pregnancy complications (80%), and not have childbirth complications (53.33%). Most cases of infant death were found in babies born at 37-42 weeks (50%) and not LBW (56.25%). The most common cause of death code is the P21.9, which is the code of birth asphyxia (18.75%). The pattern of distribution of infant mortality and puskesmas in Banguntapan is spread. Puskesmas services have reached all cases of infant death with a radius of 5 km. Conclusion: There is a relationship between each mother factor with the baby's condition. It is better to increase motivation and socialization to pregnant women according to risk factors.
Kata Kunci : pemetaan, kematian bayi, sistem informasi geografis