Pengaruh musik terhadap kebosanan kerja dan kelelahan kerja di Tunas Asri Keramik Yogyakarta
RIYADI, Slamet, Drs. Moh. As'ad, SU
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaPekerjaan tidak bervariasi, berulang-ulang menyebabkan kebosanan kerja dan kelelahan kerja yang berpotensi dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas kerja, sehingga diperlukan upaya pengendalian dengan pemberian musik pengiring kerja di tempat kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektif tidaknya penggunaan musik pengiring kerja dalam mengurangi kebosman kerja dan kelelahan kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian experiment pre test and post test group design, yaitu dengan melakukan pengukuran dan observasi subyek penelitian sebelum dan sesudah diberi perlakuan berupa musik pengiring kerja. Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah skala sikap kebosanan kerja, alat pencatat waktu reaksi, lux meter, heat stress apparatus, sound level meter, metrcznom, tape recorder, amplfier, speaker dan daftar isian responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji t dan perhitungan efektivitas musik pengiring keja dalam mengurangi kebosanan kerja dan kelelahan kerja dengan Estimasi Omega Kuadrat. Hasil uji t kebosanan kerja sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan hasil yang sangat bermakna dengan p = 0,000(p<0,0l), dengan rerata kebosanan kerja sebelum perlakuan sebesar 75,467 dan rerata sesudah perlakuan sebesar 68,933 berarti tejadi penurunan skor kebosanan kerja sebesar 6,415. Stdangkan hasil uji t terhadap kelelahan kerja menunjukkan hasil yang sangat bermakna pula dengan nilai p=0,000 (p<0,0l) dengan rerata kelelahan kerja sebelum perlakuan sebesar 482,393 mili detik dan sesudah perlakuan sebesar 378,229 mili detik, berarti terjadi penurunan kelelahan kerja sebesar 104,164 mili cktik. Hasil perhitungan Estimasi Omega Kuadrat menunjukkan besarnya efektivitas musik pengiring kerja dalam mengurangi kebosanan kerja adalah 42,O8 persen dan besarnya efektivitas musik pengiring kerja dalam mengurangi kelelahan kerja adalah 28,42 persen. Kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah bahwa musik Pengiring hanya dapat mengurangi kebosanan kerja dan kelelahan kerja yang dialami tenaga kerja. Musik pengiring kerja lebih efektif mengurangi kebosanan kerja dari pada mengurangi kelelahan kerja, sehingga keberadaanya perlu dilanjutkan dan dipertahankan di tempat kerja.
Monotonous and repetitive works result in work boredom and tiredness and may cause work accident and lower productivity. Therefore it needs control and backsound music in the work area. This study was aimed at finding out the effectiveness of backsound music to reduce boredom and tiredness. This was a pre-test and post-test group design experimental study by measuring and observing the subjects before and after treatment of backsound music on work. The equipment for measurement includes boredom questionnaires, reaction timer, Iwuneter, heat stress apparatus, sound level meter, metronome, tape recorder, amplifier, speaker and respondent forms. The results of analysis using t-test and measurement of effectiveness of backsound music on work to decrease boredom and tiredness using square omega estimation. T-test of boredom before and after treatment showed significant result with p=0.000 (p<0.01) with average rate of boredom before treatment 75.467 and average rate after treatment 68.933. This means the lower score of boredom was 6.415. The t-test on tiredness also showed significant result with p=0.000 (p<0.01) with the average rate of tiredness before treatment 482.293 milisecond and after treatment 378.229 milisecond. This means lower tiredness was 104.064 milisecond. The square omega estimation showed the effectiveness of backsound music on work to decrase boredom was 42.08% and the effectiveness of backsound music on work to lower tiredness was 28.42%. In conclusion backsound music on work may decrease boredom and tiredness experienced by worker. Backsound music on work is more effective to decrease boredom than decrease tiredness so that the existence needs to be continued and maintained in the work area.
Kata Kunci : Kesehatan Kerja,Musik Kebosanan dan kelelahan Kerja