ANALISIS KEBUTUHAN PETUGAS REKAM MEDIS DENGAN METODE WISN DI PUSKESMAS BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG
RYO GUNAWAN AZIS, Angga Eko Pramono, S.K.M., M.P.H.
2020 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANABSTRAK Latar belakang: Puskesmas Bandongan hanya memiliki satu orang petugas rekam medis yang dibantu oleh petugas lain yang bukan berlatar belakang pendidikan rekam medis. Tingginya beban kerja mengakibatkan penumpukan pekerjaan yang berdampak pada kegiatan informasi kesehatan yang tidak optimal. Tujuan: Menganalisis beban kerja dan kebutuhan SDM pada Unit Kerja Rekam Medis di Puskesmas Bandongan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan rancangan studi kasus. Pengambilan data dengan purposive sampling meliputi 60 kali per kegiatan pokok dan kegiatan lainnya dalam setahun. Data dikumpulkan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Uraian pekerjaan rekam medis meliputi entry data pasien di SIMPUS, Wawancara dan memberi informasi yang diperlukan kepada pasien dan atau keluarganya, Memungut biaya untuk retribusi untuk pasien yang tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan, Menyiapkan tracer untuk pengambilan berkas rekam medis, mengembalikan berkas rekam medis kedalam rak penyimpanan berkas, Melakukan distribusi berkas ke poliklinik, Entry kode diagnosa pasien ke SIMPUS, Kegiatan register dan pelaporan, Membuat laporan perencanaan kebutuhan rekam medis, Posyandu. Hasil analisis kebutuhan SDM dengan metode WISN menunjukkan bahwa Puskesmas Bandongan membutuhkan lima orang petugas rekam medis. Kesimpulan: Jumlah SDM rekam medis di Puskesmas Bandongan belum memadai. Untuk itu, Pimpinan Puskesmas sebaiknya segera melakukan penambahan SDM. Kata Kunci: Analisis kebutuhan SDM, analisis beban kerja, puskesmas, rekam medis, WISN
ABSTRACT Background: Bandongan Community Health Center has only one medical record officer who is assisted by another officer who is not from a medical record education background. The high workload results in a buildup of work which results in sub-optimal health information activities. Objective: Analyze workload and HR needs at the Medical Record Work Unit at the Bandongan Health Center. Methods: This research uses a descriptive method with a qualitative approach using a case study design. Data collection with purposive sampling includes 60 times per main activity and other activities in a year. Data collected interviews, observations, and study documentation. Result: Medical record job description includes patient data entry at SIMPUS, Interviews and providing information needed to patients and or their families, Charging fees for retribution for patients who do not have a health insurance card, Preparing tracers for retrieving medical record files, returning medical record files onto the shelves file storage, file distribution to polyclinics, entry of diagnosis codes for patients to SIMPUS, register activities and reporting, prepare reports on the needs of medical records, Posyandu. The results of the analysis of HR needs by the WISN method showed that the Bandongan Community Health Center needed five medical records officers. Conclusion: The number of medical records in the Bandongan Community Health Center is inadequate. For this reason, the Bandongan Community Health Center leadership should immediately add additional human resources. Keyword: Analysis of HR needs, workload analysis, Community Health Center, medical records, WISN
Kata Kunci : Analisis kebutuhan SDM, analisis beban kerja, puskesmas, rekam medis, WISN