Laporkan Masalah

Pengembangan Frontend Sistem Informasi Kemitraan dan Kerjasama di Litbang Bappeda Kota Yogyakarta Sebagai Pendukung Keputusan Dalam Meningkatkan Pembangunan Berbasis Kelurahan

Muhammad Nafis Shidiq, Dr. Eng. Silmi Fauziati, S.T., M.T. ; Adhistya Erna Permanasari, S.T., M.T., Ph.D.

2020 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INFORMASI

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta merupakan salah satu lembaga Pemerintahan Daerah yang mempunyai tugas menunjang penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang perencanaan pembangunan Daerah. Salah satu fungsi Bappeda adalah melakukan pencatatan dan pelaporan mengenai penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh mitra yang bekerjasama dengan Bappeda Kota Yogykarta seperti LPPM, warga, dan juga peneliti dari perguruan tinggi. Data penelitian dan pengembangan tersebut belum mampu dikelola dengan baik oleh Bappeda Kota Yogyakarta sehingga mengalami kesulitan dalam peninjauan terhadap kinerja dan rekam jejak kemitraan yang sudah pernah dilaksanakan dalam kelurahan-kelurahan di kota Yogyakarta. Bappeda juga belum mempunyai sistem pelaporan yang sesuai standar dan penyimpanan yang mudah diakses sehingga menyulitkan pelaporan pasca pelaksanaan penelitian. Pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi sebagai wadah kajian dan data spasial. Pengembangan ini menggunakan metode pengembangan Rapid Application Development (RAD). Wawancara terhadap stakeholder dilakukan secara demonstrasi kepada pengguna berulang kali untuk mendapatkan kebutuhan dan feedback sistem yang dikembangkan. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian blackbox untuk pengujian fungsionalitas dan pengujian system usability scale (SUS) untuk pengujian kebergunaan. Hasil pengembangan ini adalah antarmuka sistem informasi yang berisikan modul kajian untuk menampung kajian yang telah dilaksanakan dan modul spasial untuk memberikan data lokasi dalam bentuk peta. Modul kajian memberikan manfaat kepada Bappeda untuk memiliki sistem informasi yang memuat penelitian dan kajian yang dilakukan di Kota Yogyakarta. Modul spasial juga memberikan manfaat kepada Bappeda untuk menampilkan data tematik dan data-data pendukung lain yang dapat digunakan sebagai acuan pengambilan keputusan kebijakan di wilayah Kota Yogyakarta. Pengujian black box antarmuka untuk kedua modul menghasilkan persentase skor 100% dan pengujian SUS untuk modul kajian menghasilkan persentase skor 44,375% dan modul spasial menghasilkan persentase skor 55%.

The Regional Development Planning Board (Bappeda) of Yogyakarta City is one of the Regional Government agencies that has the task of supporting the implementation of regional government affairs based on the principle of autonomy and assistance in the area of regional development planning. One of the functions of Bappeda is to record and report on research and development carried out by partners in collaboration with Yogyakarta City Bappeda such as LPPM, residents, and also researchers from universities. The research and development data has not been able to be managed well by the Yogyakarta City Bappeda so that it has difficulties in reviewing the performance and track record of partnerships that have been carried out in the villages in the City of Yogyakarta. Bappeda also has a role in determining the location of the object used for research or partner activities based on the potential and problems in Kota Yogyakarta. Bappeda also does not have a reporting system that is in accordance with standards and easily accessible storage, making it difficult to report after conducting research. This development aims to develop information systems as a place for study and location data. This development uses the Rapid Application Development (RAD) development method. Stakeholder interviews are conducted repeatedly to get the needs and feedback of the developed system. Tests conducted are black box testing for functionality testing and system usability scale (SUS) testing for usability testing. The result of this development are interfaces of information system that contains a study module to accommodate the studies that have been carried out and a spatial module to provide location data in the form of maps. Module Kajian provides benefits to Bappeda to have an information system that contains research and studies conducted in the city of Yogyakarta. Modules Spasial also provide benefits to Bappeda to display tematik data and other supporting data that can be used as a reference for policy decisions in the Yogyakarta City area. Interfaces Black box testing for both modules produced a percentage score of 100% and SUS testing for the study module resulted in a score percentage of 44,375% and a spatial module resulted in a percentage score of 55%.

Kata Kunci : web spasial, Rapid Application Development, rekam jejak kerjasama kemitraan daerah, potensi dan permasalahan kelurahan di Kota Yogyakarta, Black box, System Usability Testing

  1. S1-2020-380036-abstract.pdf  
  2. S1-2020-380036-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-380036-tableofcontents.pdf  
  4. S1-2020-380036-title.pdf