Laporkan Masalah

Intensitas komunikasi orang tua dan anak remaja dengan kesenjangan pengetahuan kesehatan reproduksi di SMU Taman Madya Yogyakarta

HIKMAH, dr. Siswanto Agus W., SU,MSc.ScD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Remaja telah melakukan hubunga seksual aktif dengan satu pasangan, berganti pasangan, dengan resiko terjadinya kehamilan tidak diinginkan, tidak direncanakan, cenderung melakukan pengguguran secara aman atau tidak aman (unsafe abortion) dan kematian ibu dan bayi. Resiko lain terkena PMS, HIV/AIDS. Remaaj perlu pengetahuan kesehatan reproduksi dari orang tuanya sendiri melalui komunikasi yang efektif, karena dalam mengakses pengetahuan kesehatan reproduksi tidak secara benar melalui mass media yan gmenyesatkan, dan temannya sendiri yan gsama-sama tidak memahami. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dan anak remaja secara umum dan kesehatan reproduksi dengan kesenjangan pengetahuan kesehatan reproduksi. Metodologi: Penelitian bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Subyek penelitian adalah anak remaja dan orang tuanya masing-masing sebanyak 377 responden, sampel 190 responden. Analisis data dengan Univariat dan Bivariat dengan menggunakan korelasi Pearson, Regresi menggunakan uji t dan uji F dari Anova dengan alat bantu komputer program SPSS 10 for window tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Ada hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dan anak secara umum dan kesehaatn reproduksi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi orang tua yaitu (korelasi 0,148 0,232, p<0,05). Tidak ada kesenjangan antara orang tua dan anak tenatng intensitas komunikasi umum dan kesehatan reproduksi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi, terbukti nila isignifikan 0,565, 0,318, 0,986 P>0,05. Memiliki pengaruh bermakna intensitas komunikasi orang tua dan anak terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi dengan nilai P=0,009 dan intensitas komunikasi anak dan orang tua secara umum, nilai P= 0,035. Tidak ada hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dan anak dengan kesenjangan pengetahuan kesehatan reproduksi (korelasi 0,029, 0,136, -0,068, 0,021, P>0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas komunikasi orang tua dan anak remaja secara umum maupun kesehatan reproduksi dengan pengetahuan kesehatan reproduksi. Tidak terjad ikesenjanan pengetahuan kesehatan reproduksi orang tua dan anak. Ada pengruh bermakna intensitas komunikasi orang tua dan anak terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi. Dengan demikian tidak ada hubunan yan gbermakna antara intensitas komunikasi orang tua dengan kesenjangan pengetahuan kesehatan reproduksi.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Kesehatan Ibu dan Anak, Pengetahuan Reproduksi, Komunikasi Orang Tua dan Anak, Communication intensity, reproduction health knowledge, reproduction health knowledge gap, pareent ang teenagers.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.