Analisis Tingkat Pengetahuan Dan Penerimaan Terhadap Kemauan Membayar Vaksin Tifoid Pada Orang Tua Di Indonesia
MUHAMAD RAMADHAN S, Dra. Tri Murti A., Sp.FRS., PhD., Apt.; Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt.
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU FARMASIDemam tifoid merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri S. Typhi. Vaksin dapat melindungi anak dari penyakit yang mematikan. Sehingga penting bagi orang tua untuk mengembangkan pengetahuan tentang vaksinasi, karena vaksinasi mengembangkan sikap positif sehingga bisa membuat orang tua untuk berkontribusi pada program vaksinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan dan penerimaan, serta kemauan membayar vaksin tifoid pada orang tua di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan pendekatan multi-centre cross sectional yang dilakukan pada populasi umum di 5 Provinsi di Indonesia yaitu D.I. Yogyakarta, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah. Dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Desember 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh 500 responden. Kuesioner terdiri dari 28 pertanyaan yang meliputi pertanyaan sosio demografi dan tingkat pengetahuan demam tifoid dan vaksin tifoid. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan keseluruhan data sampel penelitian berupa data sosiodemografi, data pengetahuan, data pengetahuan dan data kemauan membayar. Analisis inferensial yang digunakan yaitu uji Mann Whitney dan korelasi spearman rho untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan, penerimaan dan kemauan membayar responden terhadap infeksi demam tifoid dan vaksin tifoid. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dan penerimaan responden cukup baik serta dan kemauan membayar vaksin tifoid rata-rata sebesar Rp 193.350. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pendidikan (p = 0,017), pekerjaan (p = 0,034), penghasilan perbulan (p = 0,038), kepemilikan asuransi (p = 0,039), pengalaman pernah mendengar vaksin tifoid (p = 0,000), pengalaman pernah melakukan vaksinasi tifoid (p = 0,002) dan pernah mengalami demam tifoid (p = 0,034) terhadap tingkat pengetahuan, penerimaan dan kemauan membayar vaksin tifoid pada masyarakat di Indonesia. Uji korelasi spearman menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat penerimaan (p = 0,015; r = 0,108) dan penerimaan terhadap kemauan membayar vaksin tifoid (p = 0,000, r = -0,216).
Typhoid fever is a systemic infection caused by S. Typhi bacteria. Vaccines can protect children from deadly diseases. Because it is important for parents to develop knowledge about vaccination because vaccination develops a positive attitude so that it can make parents contribute to the vaccination program. The purpose of this study is to look at the factors that increase the level of knowledge and acceptance, as well as the willingness of vaccine payments to parents in Indonesia. This study was included in an observational study with a cross-sectional multi-centre approach which was conducted in the general population in 5 Provinces in Indonesia, namely D.I. Yogyakarta, Lampung, West Java, Central Kalimantan and Central Sulawesi. Conducted in October 2019 to December 2019. Data collection using a questionnaire filled in by 500 respondents. The questionnaire consisted of 28 questions which included socio-demographic questions and the level of knowledge of typhoid fever and typhoid vaccine. Descriptive analysis is used to describe the entire study sample data in the form of sociodemographic data, knowledge data, knowledge data and data on willingness to pay. The inferential analysis used is the Mann Whitney test and Spearman rho correlation to see the relationship of the level of knowledge, acceptance and willingness to pay respondents to typhoid fever infection and typhoid vaccine. The results showed that the level of knowledge and acceptance of respondents was quite good and the willingness to pay for typhoid vaccines was on average Rp. 193,350. Mann Whitney test results showed a significant difference between education (p = 0.017), employment (p = 0.034), monthly income (p = 0.038), insurance ownership (p = 0.039), experience having heard of typhoid vaccine (p = 0,000) , experience of having done typhoid vaccination (p = 0.002) and having had typhoid fever (p = 0.034) on the level of knowledge, acceptance and willingness to pay for typhoid vaccine to the people in Indonesia. The Spearman correlation test showed a relationship between the level of knowledge and the level of acceptance (p = 0.015; r = 0.108) and acceptance of the willingness to pay for typhoid vaccine (p = 0,000, r = -0.216).
Kata Kunci : pengetahuan, penerimaan, kemauan membayar, demam tifoid, vaksin tifoid