Analisis Implementasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas(SIMPUS) dengan Metode HOT-Fit di Kabupaten Pemalang
ANUGRAH HARIZQI P, M. Syairaji, S.K.M., M.P.H.
2020 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANLatar Belakang: Puskesmas di Kabupaten Pemalang menerapkan SIMPUS dalam rangka memudahkan pencatatan dan pelaporan medis. Namun dalam pelaksanaannya pelayanan kesehatan menggunakan SIMPUS ditemukan beberapa masalah seperti SIMPUS sering error, kurangnya pelatihan SIMPUS, kurangnya dukungan dari manajemen dan desain interface yang kurang lengkap sehingga perlu dilakukan evaluasi dengan metode HOT-Fit. Tujuan: Menganalisis implementasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dengan metode HOT-Fit di Kabupaten Pemalang. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik/inferensial dan rancangan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah 55 tenaga kesehatan dengan menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Instrumen data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi variabel , bivariat dengan uji Rank Spearman Rho dan uji Mann Whitney, dan multivariat dengan uji F Regresi Linear Berganda. Hasil: Hasil distribusi frekuensi semua variabel berbeda-beda. Ada hubungan antar variabel dengan nilai signifkansi lebih kecil dari 0,05, koefisien korelasi dengan hubungan kuat, arah hubungan positif. Ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan F.hitung 34,759 lebih besar dari F.tabel 2,78. Ada perbedaan penerimaan SIMPUS didaerah perkotaan dan daerah pedesaan dengan nilai Signifikansi 0,000418 < 0,05. Kesimpulan: Komponen HOT-Fit saling berhubungan dan masuk dalam kategori baik. Namun, SIMPUS sering error dan layanan dari vendor SIMPUS belum optimal sehingga perlu ditingkatkan dukungan dari vendor SIMPUS dan organisasi. Kata Kunci: SIMPUS, HOT-Fit, Evaluasi
Background: The Puskesmas in Pemalang District implements SIMPUS in order to facilitate medical recording and reporting. But in the implementation of health services using SIMPUS found several problems such as SIMPUS often has errors, lack of SIMPUS training, lack of support from management and incomplete interface design that need to be evaluated using HOT-Fit method. Objective: Analyze the implementation of the Puskesmas Management Information System (SIMPUS) using the HOT-Fit method at Pemalang District. Methods: This type of quantitative research was analytical / inferential approach and cross-sectional design. The population in this study was 55 health workers used total sampling techniques. Data collection techniques in this study used a questionnaire. Data instruments used a questionnaire. Data analysis used univariate with variable frequency distribution, bivariate with Spearman Rho Rank test and Mann Whitney test, and multivariat with F test for Multiple Linear Regression. Results: The results of the frequency distribution of all the different variables. There is a relationship between variables with a significance value of less than 0.05, the correlation coefficient with a strong relationship, the direction of a positive relationship. There is an influence of the independent variable on the dependent variable with F. count 34.759 greater than F. table 2.78. There is a difference in the reception of SIMPUS in urban and rural areas with a Significance value of 0,000418 <0.05. Conclusion: HOT-Fit components are interconnected and included in either category. However, SIMPUS often has errors and services from SIMPUS vendors have not been optimal so it needs to be improved by support from SIMPUS vendors and organizations. Keywords: SIMPUS, HOT-Fit, Evaluation.
Kata Kunci : SIMPUS, HOT-Fit, Evaluasi