Laporkan Masalah

Perbedaan tingkat konsumsi energi protein dan status gizi balita menurut peran ibu di Kabupaten Gianyar, Bali

GUMALA, Ni Made Yuni, dr. Endy Parjanto P, SpA.,MPH

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Masalah gizi memiliki dimensi yang sangat has, tidak hanya merupakb masalah kesehatan tetapi meliputi masalah sosial, ekonomi, budaya, alokasi waktu, pola asuh, pendidikan dan lingkungan. Peran ibu sangat dominan dalam ha1 memantau pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak, karena di dalam keluarga terutama dalam ha1 menentukan jenis dan kuantitas makanan untuk anak balita ditentukan oleh ibunya. Penyebab langsung dari masalah gizi adalah anak yang mendapat makanan yang cukup tetapi sering menderita diare atau demam akhirnya dapat menderita KEP. Sebaliknya anak tidak cukup makan daya tahan tubuhnya dapat melemah, dalam keadaan demikian mudah terserang infeksi karena nafsu makan menurun dan akhirnya terkena KEP. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah ketahanan pangan keluarga, pola pengasuhan anak serta pelayanan kesehatan dan kesehatan lingkungan. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan tingkat konsumsi energi protein dan status gizi balita berdasarkan peran ibu lebih khusus mengaji perbedaan peran ibu dengan intensitas asuh tingkat konsumsi serta status gizi balita. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek adalah anak balita dengan usia 6 bulan sampai dengan 60 bulan, ibu yang bekerja di lingkungan Pemda Gianyar dan mempunyai anak balita (n = 82), ibu yang tidak bekerja yang ada dan mempunyai anak balita (n = 168). Data dianalisis dengan Chi Square untuk melihat perbedaan peran ibu dengan intensitas asuh balita. Analisis regresi logistik dilakukan untuk melihat perbedaan peran ibu dengan tingkat konsumsi energi balita terhadap status gizi balita. Hasil : Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan yang bermakna secara statistik dengan nilai p = 0,Ol bahwa ibu yang tidak bekerja intensitas asuh balita lebih baik dibandingkan ibu yang bekerja. Sedangkan ibu bekerja bukan merupakan faktor risiko untuk tingkat konsumsi energi balita -400% angka kecukupan energi (OR = 1,69 95% CI 0,98 - 2,90). Demikian pula dengan persentase pengeluaran pangan keluarga bukan merupakan faktor risiko untuk tingkat konsumsi energi < 100% AKG (OR= 1,Ol 95% CI 0,61- 1,70) Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang bermakna dalam ha1 perbedaan intensitas asuh balita menurut peran ibu. Tingkat konsumsi energi balita tidak dipengaruhi oleh peran ibu dan persentase pengeluaran pangan tetapi dipengaruhi oleh intensitas asuh balita. Perbedaan peran ibu dengan status gizi balita secara statistik ditemukan ada perbedaan yang bermakna antara tidak terpenuhinya kecukupan konsumsi energi terhadap status gizi balita.

Background : The scope of nutrition study involves many fields such as social, economic, culture, time allocation, nursing pattern, education and environment. Mother’s role is priinarly needed to monitor child health growth and development, especially for under five years old children. The direct causes of nutrition problem are inadequate food intake and the incidence of diseases, while the indirect causes are family food security, child’s nursing pattern, health service and environment health. Objective : The study was proposed to get the description of working and non working mothers’ role to energy and intake level, and nutritional status. Methods : This was a cross sectional study. Subjects were children aged 6-60 months, and working mothers (n=82) and non working mothers (n=168) who had 6- 60 moths old children. This research analyzed the difference between working mothers and non working mothers on the level of energy and protein consumption, as well as nutritional status of their children. Results : This study showed a significant difference that non working mothers had a better intensity of nursing compared to working mothers (p = 0,001). Working mothers was not a risk factor for under five children energy intake level with OR = 1,69 (95% CI : 0,98-2,90). The percentage of family food expenditure was not also a risk factor for energy intake level OR = 1,Ol (95% CI : 0,61- 1,70). Conclusion : There is a significant difference of mothers’ role according to intesity of nursing of 6-60 months old children. The energy intake level of under fives children is not affected by mothers’ role and the percentage of food expenditure, but affected by their nursing pattern. Based on the mothers’ role, there are differences between the lack of energy intake with the nutritional status of under fives children.

Kata Kunci : Gizi Anak Balita,Peran Ibu,Konsumsi Energi Protein, Working mothers, energy intake level, nutritional status


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.