The Need to Belong as Mediator of The Relationship Between Family Tradition and Well-being among Late Adolescents
AISYAH REFINA, Ariana Marastuti, S.Psi., MSW.
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPenelitian ini meneliti hubungan tradisi keluarga terhadap kesejahteraan dengan need to belong (NTB) sebagai mediator di antara 250 remaja akhir yang berpartisipasi dalam kisaran usia 19 hingga 22 tahun di Indonesia. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan; instrumen yang digunakan termasuk skala EPOCH pengukuran kesejahteraan remaja, skala Need to Belong dan skala tradisi keluarga. Hasil studi ini menunjukkan hasil yang positif dan signifikan dari tradisi keluarga dan NTB (���² = .228, p <.05), dan kesejahteraan (���² = .271, p <.05), variabel NTB sebagai mediator dalam hubungan antara tradisi keluarga dan kesejahteraan (���² = .206). Dengan demikian, tradisi keluarga diprediksi memenuhi need to belong yang meningkatkan kesejahteraan remaja akhir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pentingnya memiliki tradisi keluarga untuk mendukung need to belong dan kesejahteraan anggota keluarga. Dalam penelitian ini, mendukung dan memperluas penelitian sebelumnya tentang efek langsung dan tidak langsung dari tradisi keluarga dalam hasil positif.
This study examined the association of family tradition towards well-being with the need to belong as the mediator among a total of 250 undergraduate students that participated in the range age 19 to 22 years old in Indonesia. Quantitative data collection was conducted; the instruments that were used include EPOCH the Measurement of Adolescent Well-being, Need to Belong Scale and Family Tradition Scale. The findings showed a positive and significant result from family tradition to need to belong (���² = .228, p < .05), and well-being (���² = .271, p < .05), the variable of need to belong mediates the relationship between family tradition and well-being (���² = .206). Thus, family tradition predicted to fulfill the sense of need to belong which raises late adolescents' well-being. This study is expected to provide the knowledge and importance of having a family tradition to support the sense of belonging and the well-being of the family members. Results support and expand previous research on the direct and indirect effects of family traditions in positive outcomes.
Kata Kunci : family tradition, late adolescents, need to belong, well-being