Laporkan Masalah

Efektivitas metode ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang kesehatan reproduksi bagi remaja di Kecamatan Sanden

SAHERTIAN, Betty A, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Berbagai masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi remaja disebabkan oleh kurangnya akses informasi kesehatan repoduksi yang akurat pada para remaja. Kenyataan ini dipengaruhi oleh karena orang tua dan masyarakat tidak membicarakan secara terbuka dengan alasan seperti tabu, nilai adat, agama, dsb. Kenyataan lain bahwa orang tua merasa kurang memiliki pengetahuan dan wewenang untuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi pada para remaja yang membutuhkan. Bentuk pendidikan yang dapat mendukung efektifitas peningkatan kemampuan dalam menularkan pengetahuan. Tujuan. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua tentang reproduksi sehat remaja setelah diberikan pendidikan dengan metode ceramah dan diskusi serta untuk mengetahui tingkat interaksi orang tua dan anak remaja setelah diberikan pendidikan tersebut. Metode. Rancangan penelitian' ini adalah quasi experiment dengan pre test post test nonequivalent control group design. Sampel chkelompokkan 2 yaitu kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang mendapat pendidikan dengan metode ceramah dan kelompok kontrol yaitu kelompok yang mendapat pendidikan dengan metode diskusi. Jumlah sampel 60 orang yaitu orang tua yang memiliki anak remaja usia 10-14 tahun. Sampel dipilih melalui purposive sampling atas dasar karakteristik responden. Analisis yang digunakan untuk mengukur perbedaan perlakuan adalah uji t dan untuk mengetahui hubungan antara variabel terkendali dengan vatiabel hasil digunakan analisis regresi multivurrate program SPSS dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil Penelitian ini menunjukkan 1) peningkatan nilai pengetahuan orang tua tentang reproduksi sehat remaja setelah diberi pendidikan terjadi pada kedua kelompok (ceramah dan diskusi) namun secara statistik tidak bermakna antara keduanya. Peningkatan secara bermakna terjadi pada kelompok metode diskmi berdasarkan kenaikan nilai rerata, 2) peningkatan nilai tingkat interaksi orang tua dan remaja setelah diberi pendidikan reproduksi sehat remaja terjadi pada kedua kelompok (ceramah plus dan diskusi) dan tidak ada beda antara keduanya. Kesimpulan. Pendidikan reproduksi sehat remaja bagi orang tua dapat diberikan dengan menggunakan metode ceramah maupun diskusi kelompok.

Background: Various problems of health faced by youth are caused by limited accurate reproduction health information among youth. This is influenced by the facts that parents and society do not openly discuss because it is taboo, traditional value, religion, etc. Another fact shows that parents have little knowledge and responsibility to give reproduction health education to the youths who need. The type of education that may support the effectiveness of improving the ability to transfer knowledge. Objectives: To find out parents knowledge about health reproduction among youth after the youth get education by way of lecturing and discussion methods; and to find out the level of interaction of parents and youths after the youth get the education. Methods: This was a study using quasi experiment with pre test and post test control group design. The samples were divided into 2 groups: the experimental group and the control group. The experimental group was the group that got education using lecturing method and the control group got education using discussion method. The samples were 60 individuals consisting of parents who had children aged 10-14 years old. The samples were chosen using purposive sampling based on the respondents’ characteristics. The analysis to measure the treatment differences was t-test and to find out the relationship between control and result variables multivariate regression analysis of SPSS program was used with the significant level 5%. Results: This study showed that 1) increasing knowledge score in both groups (discussion and lecturing) but the increase was statistically insignificant. The significant increase was in the discussion group based on the average score increase, 2) increasing score of interaction level between parents and youth after receiving healthy reproduction education occurred in both groups (lecturing and discussion) and there was no significant difference betueen both. Significant increase occurred in the discussion method based on the average score increase. Conclusion: Youth healthy reproduction education for parents may be given using lecturing and group discussion.

Kata Kunci : Pendidikan reproduksi sehat remaja, orang tua, metode ceramah, diskusi kelompok, pengetahuan, interaksi, youth healthy reproduction education, parents, lecturing method, group discussion, knowledge, interaction


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.