Pendidikan kesehatan melalui metode ceramah dengan modul, dibandingkan metode ceramah tanpa modul untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap wanita dalam menghadapi menopause di kota Yogyakarta
TRIANA, Winda, dr. H. Burhan Wasito, SpOG.,K.Onk
2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia telah meningkatkan derajat kesehatan yang berdampak pada peningkatan umur harapan hidup sehingga menyebabkan bertambahnya jumlah wanita menopause. Propinsi D.I Yogyakarta merupakan urutan tertinggi usia harapan hidup di Indonesia yaitu 68,35 (tahun 1997) dan jumlah klimakterium terbanyak 6,12 % dari seluruh penduduk Indonesia Ketika memasuki usia menupause wauita akan dihadapkan pada pennasalahan baru, yaitu terjadinya perubahan metabolisme tubuh, menopause mempunyai risiko mengalami gangguan kesehatan jantung, stroke, kanker, dan osteoporosis. Upaya prevensi yaitu melakukan pencegahan sejak dini melalui pemberian pengetahuan dan pemberian informasi kesehatan. Pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah menggunakan modul, merupakan salah satu metode yang dapat mengembangkan pengertian dan sikap yang positif pada kesehatan. Tujuann penelitian: untuk rnengetahui efektivitas metode ceramah tanya jawab media modul dibandingkan tanpa modul, dalam meningkatkan pengetahan dan sikap wanita untuk memelihara kesehatan menghadapi menopause. Metode penelitian: adalah kuasi eksperimen (quasi experiment), rancangan non equivalent control group design anggota sampel pada kelompok perlakuan dan kontrol atau non randomized control group with pretest and pest. Lokasi penelitian di Kecamatanan Gondokusuman, pengambilan sampel seam purposive, yang ditentukan dengan rumus besar sampel (Lemeshow, dkk) Analisis karakteristik menggunakan chi-square. Uji statistik menggunakan t test, pada taraf signifikansi P = 0,05. Hasil dan Pembahasan: analisis variabel umur, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan kedua kelompok menunjukkan p>o,05, berarti kedua kelompok komparabel atau sebanding. Analisis statistik t-test nilai rerata pengetahuan dan slkap kedua kelompok menunjukkan pretes p<0,05 terjadi peningkatan yang bermakna, postes 1 p<0,05 terjadi Peningkatan yang bermakna. Selanjutnya pada postes 2 P<0,05 berarti tejadi peningkatan yang bermakna. Kelompok Perlakuan dan kontrol sama-sama mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap yang bermakna. Kedua metode sama-sama efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap. Tetapi pada postes 2 peningkatan pengetahuan dan sikap lebih tinggi terjadi pada kelompok yang diberi modul dibanding kelompok tanpa modul. Kemudian jika kedua kelompok intervensi dibandingkan nilai rerata pengetahuan dan sikap kedua kelompok pretes p> 0,05 menunjukkan perbedaan tak bermakna, nilai postes 1 p>0,05 menunjukkan perbedaan tak bermakna, nilai postes 2 P<0,05 menunjukkan perbedaan bermakna. Hal ini berarti peningkatan nilai kedua kelompok pada pretes dan postes 1, terjadi peningkatan yang tidak berarti, namun pada postes 2 kelompok yang diberi modul mengalami peningkatan yang lebih berarti.
Background: The successfulness of health development in Indonesia has improved the health status that causing at the improvement of Life Expectancy age which hence, creating the increasing number of menopause women. Yogyakarta special province mapies the highest life expectancy age (that is 68,35 in the year of 1997) and the Climacterium in Indonesia (6,12%). When entering menopause age, women will face new problem, that is the change of body metabolism, and king the risk of experiencing health disorders such as heart disease, stroke, cancer and osteoporosis. Prevention effort should be done by having early prevention through knowledge and information regarding health. Health education with speech method that using module is one of the methods that could develop understanding and positive attitude toward health.
Objective: This research was aimed to investigate the effectiveness of speech method that Using module and without module in improving knowledge and attitude of women m maintaining health in fixing the menopause.
Method: This is a quasi experheat with non-equivalent control group design of sample of treatment and control groups or non-randomised control group with pretest and post-test. This research was located in Gondokusuman sub district and the sample was chosen purposively by sample size formulation (Lemeshow, et.al). Characteristic analysis was using chi-square and the statistic test was using t test with p=0,05.
Result and discussion: The analysis of variables of age, education, and job of the two groups showed that p>o,05. This meant that the two groups were comparable or proportional. The t-test statistic analysis of the mean value of knowledge and attitude of the two groups in pre-test was significant with P
Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Metode ceramah dan Modul, Menopause, Pengetahuan dan sikap, Health education, speech and module method, menopause, knowledge and attitude