Laporkan Masalah

Peran Strategis Asia Africa Growth Corridor (Aagc) bagi Jepang di Tengah Peningkatan Kekuatan Cina

Fadilah Sekar Divani, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, MA(IR)

2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Indo-Pasifik merupakan kawasan yang sangat dinamis dalam menghadapi perubahan struktur politik pasca Perang Dingin. Salah satu yang perlu untuk diperhatikan di kawasan ini adalah peningkatan kekuatan Cina. Kebangkitan Cina sebagai kekuatan global dengan kemajuan ekonomi yang pesat diiringi oleh peningkatan kemampuan militer dan politik serta tindakan Cina yang cenderung agresif di kawasan Indo-Pasifik telah mempengaruhi negara-negara di kawasan, khususnya Jepang. Cina dipandang sebagai ancaman bagi Jepang. Kekuatan Cina yang terus meningkat ditambah dengan meredupnya kekuatan Amerika Serikat sebagai aliansi utama keamanan Jepang telah membawa pengaruh bagi Jepang dalam menentukan langkah-langkah kebijakan politik luar negerinya. Salah satunya adalah keterlibatan Jepang dalam inisiasi kerja sama Asia Africa Growth Corridor (AAGC) dengan India. Dengan menggunakan konsep-konsep balance of threat dan soft balancing, skripsi ini akan menganalisis bagaimana AAGC sebagai instrumen politik luar negeri Jepang dapat memainkan peran strategis untuk mewujudkan soft balancing terhadap Cina. AAGC memiliki peran untuk melakukan strategi territorial denial, entangling diplomacy, dan economic strengthening. Sedangkan dalam aspek signaling of resolve to participate in balancing coalition AAGC memiliki peran yang masih terbatas.

Structural changes in Indo-Pacific in post-Cold War era has been intense and is mostly associated with instability. China's increasing power in the region as part of changing politcal structure has to be noted. The rise of China as a global power with rapid economic progress, increased of military and political capabilities, and aggressive behaviour in Indo-Pacific is affecting countries in that region, especially Japan. China is seen as a threat to Japan. The rising China and the decline of U.S. influence in Asia-Pacific as Japan major security alliance have affected Japan foreign policy strategies. This situation has increased intensity of Japan and India relations to initiate Asia Africa Growth Corridor (AAGC). Using balance of threat and soft balancing concepts, this study analyses AAGC as an instrument of Japanese foreign policy that has strategic role to create soft balancing against China. AAGC facilitates Japan to implementing three indicators of soft balancing, namely territorial denial, entangling diplomacy, and economic strengthening. However, in the indicator of signaling of resolve to participate in balancing coalition AAGC's role is not too significant.

Kata Kunci : Kata-kata kunci: Jepang, Cina, AAGC, soft balancing.

  1. S1-2020-378614-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378614-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378614-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378614-title.pdf