Persebaran Kasus Diare pada Balita dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Jatisari Wilayah Kerja Puskesmas Kebumen II
RUT REGIANA PUTRI, M. Syairaji, S.K.M., M.P.H.
2020 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANLatar Belakang : Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian anak dibawah lima tahun terbesar kedua di dunia. Tahun 2019, angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Kebumen II cukup tinggi yaitu terdapat di Desa Jatisari. Pengambilan keputusan masih belum maksimal karena belum pernah dilakukan suatu pemetaan persebaran penyakit diare pada balita. Tujuan : Memetakan dan mendeskripsikan persebaran kasus diare pada balita dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Jatisari wilayah kerja Puskesmas Kebumen II tahun 2019. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian berada di Puskesmas Kebumen II dan Desa Jatisari yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020. Sampel dari penelitian ini yaitu semua balita penderita diare di Desa Jatisari tahun 2019 sebanyak 60 balita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan analisis spasial menggunakan ArcGIS 10.3. Hasil : Kasus diare pada balita tertinggi tahun 2019 terjadi di Desa Jatisari sebanyak 60 penderita. Kasus diare pada balita didominasi oleh anak laki-laki kelompok umur 1-3 tahun yang sudah mendapatkan imunisasi campak dan terjadi pada triwulan II. Sebagian besar penderita sudah mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan menggunakan sumur gali terlindung, serta jamban leher angsa septictank. Pola persebaran kasus diare pada balita adalah mengelompok (clustered) dengan kasus terbanyak ditemukan pada buffer jarak puskesmas dengan rumah penderita sejauh 1 km sebanyak 47 penderita dan buffer jarak sungai sejauh 100 meter sebanyak 30 penderita. Kesimpulan : Kasus diare pada balita di Desa Jatisari wilayah kerja Puskesmas Kebumen II dapat dipetakan dan dideskripsikan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Saran penelitian ini adalah puskesmas dapat memanfaatkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk melihat persebaran kasus penyakit sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan untuk mengurangi angka kejadian penyakit. Kata Kunci : Diare balita, Pemetaan, SIG
Background : Diarrhea is one of the second leading of the causes of death for children under five years in the world. In 2019, the number of cases diarrhea in toddler at Puskesmas Kebumen II is quite high and it happen in Jatisari Village. Decision making is not optimal because there has never been a mapping of the spread of diarrheal diseases in toddler. Objective : Mapping and describing the spread of diarrhea case in toddlers with a Geographic Information System (GIS) approach in Jatisari Village, the working area of Puskesmas Kebumen II in 2019. Method : This research uses descriptive quantitative method with cross sectional approach. The research sites are in Puskesmas Kebumen II and Jatisari Village which occurred on January-March 2020. The sample of this research 60 toddlers with diarrhea in Jatisari Village, Puskemas Kebumen II in 2019. The data collection method is done by the study of documentation, observation, and interviews. The data analysis is performed using univariate analysis and spatial analysis using ArcGIS 10.3. Results : The highest diarrhea cases in toddler in 2019 occured in Jatisari village with 60 patients. Cases of diarrhea in toddler are dominated by boys aged 1-3 years who has received measles immunization and happened in the second quarter. Most of the sufferes have washed their hands with soap with running water and used protected dug wells and septic tank goose latrines. The spread pattern of diarrhea cases is clustered with the most cases was found in the buffer distance between the Puskesmas Kebumen II and the patient house as far as 1 km by 47 patients and the river buffer distance as far as 100 meters is 30 patients. Conclusion : Cases of diarrhea in toddlers in Jatisari Village working area of Puskesmas Kebumen II can be mapped and described using Geographic Information Systems (GIS).The suggestion of this research is Puskesmas Kebumen II can utilize the use of Geographic Information System (GIS) to see the case spread of disease to making the decision easier to reducing the incidence of disease. Keywords : Diarrhea in toddler, Mapping, GIS
Kata Kunci : Diare balita, Pemetaan, SIG