Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN BIOAKTIF TANAMAN (MultiVit®) TERHADAP KEJADIAN KOKSIDIOSIS PADA AYAM BROILER

GESANG CAHYO PURNOMO, Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Koksidiosis adalah salah satu penyakit parasiter yang disebabkan oleh golongan protozoa, terutama dari genus Eimeria. Koksidiosis merupakan penyakit yang umum diderita ayam broiler, menyerang sistem pencernaan, dan dapat menimbulkan berbagai kerugian yang tinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MultiVit® terhadap kejadian koksidiosis pada ayam broiler. Pemeliharaan menggunakan kandang terbuka semi panggung. Lima puluh satu ekor ayam broiler strain CP 707 dipelihara selama 38 hari, ditempatkan pada 3 kelompok, K, PM-0, dan PM-7. yang masing masing kelompok berisi 17 ekor ayam. Masing masing bagian kandang diberi perlakuan yang berbeda. Grup K, sebagai kontrol tanpa perlakuan. Grup PM-0, diberikan bioaktif tanaman MultiVit® mulai pada hari ke-1 pemeliharaan, dan grup PM-7, yang diberikan bioaktif tanaman MultiVit® mulai pada hari ke-7 pemeliharaan. Pada hari ke 38, sampel feses diambil dengan cara nekropsi untuk mendapatkan feses yang tidak terkontaminasi lingkungan, dan pengambilan dilakukan langsung pada feses yang berlokasi di sekum. Sampel diawetkan dengan larutan formalin 10% untuk kemudian diamati dibawah mikroskop untuk adanya koksidia dengan metode Sentrifus. Metode yang digunakan untuk penghitungan koksidia adalah metode McMaster, yang selanjutnya dianalisis secara statistik dengan metode One Way ANOVA. Berdasarkan analisis statistik, tidak ada pengaruh yang signifikan pada PM-0 dan PM-7 terhadap kontrol. Kesimpulannya, pemberian MultiVit® tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap tingkat kejadian koksidiosis pada ayam broiler.

Coccidiosis is a parasitic disease caused by the protozoan group, mainly from the genus Eimeria. Coccidiosis is a common disease of broiler chickens, attacks the digestive system, and can cause a variety of high losses if not treated quickly and appropriately. This study was aimed to determine the effect of MultiVit® administration on coccidiosis in broiler chickens. Semi-stage open cages were used for maintenance. Fifty-one CP 707 strain broiler chickens were kept for 38 days, placed in 3 groups, K, PM-0, and PM-7. each group contain 17 chickens. Each part of the cage was given a different treatment. Group K, as a control without treatment. The PM-0 group, given bioactive MultiVit® plants starting on day 1 of maintenance, and PM-7 group, which were given bioactive MultiVit® plants starting on day 7 of maintenance. On the 38th day, faecal samples were taken by necropsy to obtain faeces that were not contaminated with the environment, and collection was carried out directly on faeces located in the cecum. Samples were preserved with 10% formalin solution and then the samples were observed under a microscope for coccidia by the Centrifuge method. McMaster method was used for calculating coccidia in the samples, which is then were analyzed statistically by the One Way ANOVA method. Based on statistical analysis, there was no significant effect on PM-0 and PM-7 on the control. In conclusion, the administration of MultiVit® has no significant effect on the incidence rate of coccidiosis in broilers.

Kata Kunci : Ayam broiler, bioaktif tanaman, Koksidiosis, MultiVit®

  1. S1-2020-398195-Abstract.pdf  
  2. S1-2020-398195-Bibliography.pdf  
  3. S1-2020-398195-TableofContent.pdf  
  4. S1-2020-398195-Title.pdf