Politik Populisme Australia: Studi Kasus Kebangkitan Pauline Hanson's Party dalam Pemilu Federal 2016
R.DIMAS DWIYOGA A, Dr. Dafri Agussalim M.A
2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSelama beberapa dekade terakhir, pentas politik Australia sempat dibuat riuh dengan fenomena Pauline Hanson's One Nation Party, sebuah gerakan populis yang secara mengejutkan memperoleh suara cukup signifikan untuk ukuran partai non-establishment di pemilu 1998 dan 2016. Partai besutan Pauline Hanson ini kerap naik daun ketika ada isu-isu seputar pencari suaka yang datang ke Australia secara ilegal. Benang merah yang menghubungkan pelbagai isu yang diusung dan diperjuangkan ONP diantaranya imigrasi, perdagangan bebas, dan keterbukaan dengan budaya dan bangsa-bangsa non-Eropa - adalah kekhawatiran akan keamanan, baik dalam hal keamanan riil negara maupun keamanan budaya maupun ekonomi. Melalui pendekatan sekuritisasi, dapat dilihat bahwa ONP mampu mengartikulasikan ketidakpuasan sebagian pemilih Australia dengan mengubah sedemikian rupa persepsi para pemegang hak suara ini terhadap pelbagai potensi ancaman dalam kasus ONP misalnya adalah ancaman membanjirnya imigran muslim bagi Australia sehingga menjadikannya ancaman yang berwatak eksistensial dan mengancam seluruh aspek dan sendi kehidupan bangsa Australia.
Over the last few decades, the Australian political scene has been shocked by the phenomenon of Pauline Hanson's One Nation Party, a populist movement that has surprisingly gained significant votes for the size of non-establishment parties in the 1998 and 2016 elections. Usually, the populist party rises when there are issues surrounding asylum seekers who come to Australia illegally. The common thread that connects various issues promoted and fought for by the ONP - including immigration, free trade, and openness with non-European cultures and nations - is a concern for "security", both in terms of the country's literal security, as well as cultural and economic security. Through the securitization approach, it can be seen that the ONP is able to articulate the dissatisfaction of some Australian voters by changing the perceptions of these voting rights holders to various potential threats - in the ONP case, for example, is the threat of massive infliux of Muslim immigrants - and make it seems like an existential threat to all aspects and joints of Australian society.
Kata Kunci : Pauline Hanson, Australia, Imigrasi, Sekuritisasi, One Nation Party, Populisme