ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN PENDEKATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) MENGGUNAKAN PEDOMAN PP NOMOR 50 TAHUN 2012 DI PT TARU MARTANI, YOGYAKARTA, D. I. YOGYAKARTA
ESTA P HANDITYA, Diklusari Isnarosi Norsita, S.T.P., M.Si
2020 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRITenaga kerja merupakan aset penting perusahaan yang harus diberikan perlindungan terhadap ancaman dan potensi bahaya di lingkungan kerja. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus memiliki budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Salah satu budaya K3 yang dapat dilakukan perusahaan ialah dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagai upaya pemenuhan standar nasional maupun internasional. Penerapan K3 di PT Taru Martani dapat terbilang rendah. Namun, hingga saat ini belum terdapat langkah pengendalian yang dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir risiko bahaya tersebut. Berdasarkan masalah tersebut perlu dilakukan analisis terkait penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di PT Taru Martani. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menggunakan pedoman PP Nomor 50 Tahun 2012. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tahapan Countenance Stake yang terdiri dari antecedants, transaction, dan outcomes. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa SMK3 di PT Taru Martani berdasar pedoman PP Nomor 50 Tahun 2012 yang terlaksana ialah pada indikator pelaksanaan K3. Sementara itu, pada indikator penetapan kebijakan K3, perencanaan K3, pemantauan dan evaluasi kinerja K3, serta peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 belum dapat terlaksana karena perusahaan belum memiliki organisasi khusus yang menangani K3 serta dokumen pendukung untuk melakukan audit pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. PT Taru Martani perlu meningkatkan kepedulian serta melakukan pembaharuan sistem terkait K3. Hal ini penting dilakukan mengingat terdapat potensi bahaya yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan pekerja khususnya di ruang produksi tembakau shag.
Employees are important assets of the company that must get protection from treats and harms around the workplace. Therefore, each company must have a good Occupational Health and Safety's (OHS) culture. One of this culture is to apply OHS management system as the effort of the national and international standard fulfill. The applying of OHS at PT Taru Martani is not good enough, but there be lack controlling to minimalize the risk. Based on these problems, require the applying of occupational health and safety analyse at PT Taru Martani. Approaching by Occupational Health and Safety Management System refer to PP Nomor 50 Tahun 2012. The study was performed by Countenance Stake stages that consists of antecedants, transaction, and outcomes. Datas were collected by observation, questioner, interview, and documentation method. The results showed that OHS Management System (OHSMS) at PT Taru Martani which refer to PP Nomor 50 Tahun 2012 that has been already done is the implementation of OHS. Meanwhile, the indicator of OHS policy application, OHS planning, OHS monitoring and performance evaluation, improvement and review of OHS performance that have not been already done because of the lack of organization that hold OHS and all documents in order to audit the OHS implementation at PT Taru Martani. Awfully needed to improve the concerns and renewal system related to OHS, espescially for potential danger of the workers at shag tobacco production room.
Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Countenance Stake