Laporkan Masalah

EVALUASI KONDISI GEOLOGI TEKNIK DAN ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN SALURAN PENGELAK BENDUNGAN JRAGUNG, SEMARANG - JAWA TENGAH

AGUS IMAM HAMDANI, Ir. I Gde Budi Indrawan, S.T., M. Eng., Ph.D., IPM.; Dr. Ir. Ferian Anggara ST, M.Eng., IPM.

2020 | Tesis | MAGISTER TEKNIK GEOLOGI

Perencanaan bendungan Jragung yang berlokasi di Kabupaten Semarang telah dilaksanakan dalam beberapa tahapan hingga desain final pada tahun 2018. saluran pengelak yang digunakan terdiri dari saluran terbuka sepanjang 850 m dan terowongan sepanjang 360 m. Penelitian ini menyajikan hasil evaluasi kondisi geologi dan analisis kestabilan terowongan meliputi kestabilan lereng portal terowongan dan sistem penyanga pada terowongan saluran pengelak bendungan Jragung. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemetaan geologi teknik, pangamatan kondisi bidang diskontinuitas baik di lapangan maupun pada batuan hasil pengeboran, dan pengujian laboratorium. Saluran pengelak bendungan Jragung berada pada satuan batulempung very poor hingga fair, serta pada satuan batupasir poor hingga fair. Penentuan kualitas massa batuan, metode penggalian hingga sistem penyangga dilakukan secara empiris menggunakan Rock Mass Rating (RMR), Q-System (Q) dan Geological Strength Index (GSI). Analisis secara numerik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Phase2 untuk mengetahui kestabilan lereng portal terowongan dan sistem penyangga hasil dari metode empiris. Dari hasil analisis kondisi lereng (inlet dan outlet) berdasarkan desain rencana dengan kemiringan 50o berada dalam kodisi tidak stabil, dengan melakukan modifikasi lereng portal menjadi 40o dapat membuat lereng portal dalam kondisi stabil. Hasil analisis sistem penyangga berdasarkan metode empiris mampu mencegah permasalahan terkait kestabilan terutama mengurangi nilai displacement yang terjadi. Sistem penyangga berdasarkan Q-system memberikan nilai displacement terkecil dibandingkan RMR dan desain rencana. Nilai displacement terbesar terjadi pada sistem penyangga berdasarkan desain rencana. Oleh sebab itu untuk memastikan desain rencana dapat berfungsi secara maksimal dalam mengurangi displacemnet yang terjadi, dapat dipertimbangkan untuk mengkombinasikan ketiga sistem penyangga tersebut (sistem penyangga berdasarkan RMR, Q-system, dan desain rencana).

Jragung Dam located in Semarang Regency has been carried out in several design stages up to the final design in 2018. The diversion channel, consisting of 850 meters open channels and tunnels along 360 m. This study presents the results of geological condition evaluation and analysis of tunnel stability including the stability of the tunnel portal slope and the support system in the Jragung Dam diversion tunnel. Activities undertaken include engineering geological mapping, observation of field discontinuity conditions both in the field and on rock results from drilling, and laboratory testing. The Jragung Dam diversion tunnel is in the very poor to fair rock quality of claystone units, and in the poor to fair quality of sandstone units. Determination of rock mass quality, the method of excavation to the support system is done empirically using Rock Mass Rating (RMR), Q-System (Q) and Geological Strength Index (GSI). Numerical analysis was performed using Phase2 software to determine the stability of the tunnel portal slopes and the support system rom the empirical method. From the analysis of slope conditions (inlet and outlet) based on a design plan with a slope of 50o being in an unstable condition, by modifying the portal slope to 40o it can make the portal slope in a stable condition. The results of the analysis of the support system based on empirical methods are able to prevent problems related to stability, especially reducing the value of displacement The support system based on the Q-system provides the minimum displacement compared to the RMR and the design plan. The maximum displacement occurs in the support system based on the design plan. Therefore, to ensure that the design plan effectively reduces the displacement, it can be considered to combine the three support systems proposed (a support system based on RMR, Q-system, and plan design).

Kata Kunci : displacement, klasifikasi massa batuan, sistem penyangga/ displacement, rock mass classification, support systems

  1. S2-2020-434724-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434724-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434724-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434724-title.pdf