Laporkan Masalah

Hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan pemberian asi eksklusif di Kabupaten Bantul Yogyakarta

MARLIA, Linda, dr. Hamam Hadi, MS,Sc.D

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar bela kang: Prevalensi pemberian AS1 Eksklusif di Indonesia masih rendah, yaitu 443%. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pemberian AS1 eksklusif. Tujuan: untuk inengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap peinberian AS1 eksklusif. Rancangan Penelitian: penelitian in1 merupakan penelitian C,'ross Seclional, subyek penelitian adalah ibu-ibu inenyusui yang mempunyai bayi berusia 4 - 6 bulan dan bersedia inenjadi responden dengan menandatangani surat pernyataan yang telah disediakan, juinlah responden sebanyak 2 1 1 responden. Lokasi penelitian di 6 kecamatan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Hasil: berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dengan peinberian AS1 eksklusif signifikan (x' = 10,014, p < 0,OS). Hubungan Hubungan perilaku dengan pemberian AS1 eksklusif signifikan (x - 38,067, p < 0,05) Analisis Regresi Logistjk Berganda terhadap pemberian AS1 eksklusif oh3 ni/m untuk sikap 2,6 ha1 ini berarti responden yang mempuyai sikap inendukung 2,6 kali lebih tinggi inemberikan AS1 eksklusif jika dibandingkan dengan responden yang kurang mendukung. Untuk perilaku odds mtio 5,4, hal. ini berarti responden yang mempunyai perilaku baik memberikan AS1 eksklusif 5,4 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan responden yang mempunyai perilaku kurang baik. Sikap dengan peinberian AS1 eksklusif signifikan (x' = 18,479, p' 0,05>. Kesimpulan: pengetahuan, sikap dan perilaku berhubungan signifikan dengan pemberian AS1 eksklusif.

Background: The prevalence of exclusive breast feeding in Indonesia is low, i.e. 44.3%. This is caused by many factors including lack of knowledge, attitude and behavior of exclusive breast feeding. Objectives: To find out the relationship of knowledge, attitude and behavior of exclusive breast feeding. Methods: This was a cross-sectional study. The subjects were mothers breast feeding babies 4-6 months and willing to be respondents by signing declaration letter. There were 2 1 1 respondents. There were 6 sub-districts in Bantu1 regency, Yogyakarta becoming location of study. Results: The results showed that there was significant relationship between knowledge and exclusive breast feeding (x2= 10.014, p < 0.05). There was significant relationship between attitude and exclusive breast feeding (x2= 18.479, p < 0.05). There was significant relationship between behavior and exclusive breast feeding (XI= 38.067, p < 0.05). The multi-regression logistic analysis on exclusive breast feeding and the odd's ratio for attitude was 2.6. This means that respondents with supporting attitude 2.6 times higher than exclusive breast feeding compared to those less supporting respondents. The odd's ratio for behavior was 5.4. This means that respondents having good behavior in breast feeding was 5.4 times higher compared to those with poor behavior. Conclusion: Knowledge, attitude and behavior have significant relationship with exclusive breast feeding.

Kata Kunci : Gizi,Perilaku Ibu,Asi Eksklusif, knowledge, attitude, behavior, exclusive breast feeding


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.