Bangladesh's Decision in Ratifying to Conventions on Child Labor Eradication: the Discussion on Interactions between Factors
SHINAS FAIZA, Dr. Riza Noer Arfani, M.A.
2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPekerja anak telah menjadi salah satu masalah di dunia dan selalu ada untuk waktu yang lama. Pendapat tentang manfaat ekonomi yang didapat dari keterlibatan pekerja anak dan negara-negara yang diuntungkan karenanya, menjadi salah satu alasan mengapa praktik ini berlanjut. Bangladesh, sebagai negara yang terkenal dengan cara produksi yang masih mengandalkan tenaga buruh, termasuk buruh anak, menjadi salah satu kasus yang menerima sorotan tentang isu terkait. Hanya saja, Bangladesh telah memperlihatkan kesungguhannya dalam memberantas pekerja anak dengan mengakui hak-hak anak dan peraturan mengenai pekerja anak melalui ratifikasi konvensi internasional. Skripsi ini akan menganalisa pilihan Bangladesh untuk meratifikasi konvensi dan menghapus perkerja anak dengan menyoroti dasar pemikiran di balik keputusan tersebut. Pembahasan akan mencakup faktor-faktor, seperti kepentingan negara dan norma, yang muncul dan memengaruhi keputusan Bangladesh. Argumen utama yang dibawa oleh skripsi ini adalah adanya hubungan antara faktor-faktor tersebut yang mendorong Bangladesh, juga peranan reputasi yang menjadi penghubung antara minat Bangladesh dan norma-norma yang muncul. Tersedianya informasi mengenai situasi Bangladesh mengenai masalah pekerja anak termasuk tentang tantangan dan dilema, diharapkan skripsi ini dapat menjelaskan bagaimana Bangladesh dapat menggunakan ratifikasi untuk penghapusan pekerja anak sebagai cara bagi negara untuk beradaptasi dengan situasi tersebut.
The problem of child labor has been one of the recurring problems for a long time. Many argue that due to the economic benefits that the engagement of child labor brings and the states that will be benefitted from it, it becomes one of the reasons why the practice persists. Bangladesh, a state that is known for its heavily labor-oriented production, including child labor, has been in the spotlight concerning the study of said matter. However, Bangladesh has shown its sincerity in eradicating the practice of child labor in the country, by recognizing the rights of the children and regulations regarding child labor by ratifying to major international conventions and agreements. The thesis will analyze Bangladesh choice in ratifying international conventions and eradicating child labor by highlighting the rationale behind the decision. The discussion will include the factors such as the interest of the states and the emerging norm that affect the decision. The thesis argues that the importance of reputation has become the linkage between the interest of Bangladesh and the emerging norms. By providing the situation concerning the issue of child labor, including its challenges and dilemmas, it is expected that the thesis could explain how Bangladesh could use the ratification to the eradication of child labor as a way for the state to adapt to the situation.
Kata Kunci : Pekerja anak, Bangladesh, Ratifikasi, Konvensi Internasional