Laporkan Masalah

Estimasi Nilai Faktor Load Temperature Difference Untuk Perhitungan Beban Termal Rumah Pasif di Negara Empat Musim

Selva Peggi Zareta, Sentagi Sesotya Utami, S.T., M.Sc., Ph.D. ; Dr. Rachmawan Budiarto, S.T., M.T.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Pengendalian beban pendinginan dan beban pemanasan pada bangunan sangat penting dilakukan karena kaitannya dengan konsumsi energi. Khususnya pada bangunan berenergi rendah seperti Rumah Pasif. Beban pendinginan adalah laju energi kalor yang dipindahkan dari ruangan yang kondisikan ke lingkungan untuk menjaga suhu udara ruangan tetap konstan sesuai dengan suhu yang ingin dicapai. Sedangkan, beban pemanasan adalah laju energi kalor yang disuplai ke ruangan yang dikondisikan untuk menjaga suhu udara ruangan tetap konstan sesuai dengan suhu yang ingin dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai LTD di kota Heidelberg dengan menggunakan metode CFFT. Hasil metode CFFT berupa distribusi suhu sepanjang luas penampang dinding bangunan. Selanjutnya, dari distribusi suhu yang didapatkan, dapat ditentukan beban pendinginan dan pemanasan pada rumah pasif selama empat musim yang berlangsung selama satu tahun. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai maksimum faktor LTD untuk masingmasing orientasi Utara, Selatan, Barat, dan Timur yaitu 1,93 Celcius, 1,95 Celcius, 1,93 Celcius, dan 1,95 Celcius. Sedangkan, nilai LTD minimum untuk masing-masing orientasi Utara, Selatan, Barat, dan Timur yaitu -6,92 Celcius, -6,84 Celcius, -6,90 Celcius, dan -6,90 Celcius. Serta didapatkan profil beban termal melalui dinding bangunan selama satu tahun kurang dari 10 W/m2. Dengan permintaan energi untuk sistem pendingin sebesar 0,23 kWh/m2 per tahun dan sistem pemanas sebesar 12,02 kWh/m2 per tahun. Nilai-nilai tersebut telah memenuhi persayaratan Standar Rumah Pasif.

The control of cooling and heating loads is very important for buildings because it is related with energy consumption. Especially in low-energy buildings such as passive houses. Cooling load is the rate at which heat must be removed from a conditioned space so as to maintain a constant temperature and acceptable relative humidity. Heating load is the maximum heat energy that might possibly be required to supply to the conditioned space at winter design conditions to maintain the winter indoor design temperature. This study aims to obtain LTD value using CFFT method in Heidelberg. The results show the temperature distribution along the cross-sectional area of the building wall. The results obtained from using the CFFT method used to determine the cooling and heating load in one year. Based on the calculations, the maximum LTD value for each orientation (North, South, West and East) are 1.93 Celcius, 1.95 Celcius, 1.93 Celcius, and 1.95 Celcius. While the minimum LTD value for each orientation (North, South, West and East) are -6.92 Celcius, -6.84 Celcius, -6.90 Celcius, and -6.90 Celcius. The thermal loads profile obtained through the wall for one year are less than 10 W/m2. With the space cooling energy demand equal to 0.23 kWh/m2y and heating energy demand is equal to 12.02 kWh/m2y. These values meet the passive house standard requirements.

Kata Kunci : Rumah Pasif, CLTD, CFFT, beban pendinginan, beban pemanasan ; Passive House, CLTD, CFFT, cooling load, heating load

  1. S1-2020-378796-abstract.pdf  
  2. S1-2020-378796-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-378796-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-378796-title.pdf